Wanita yang sedang haid tetap boleh berniat dan berihram untuk umroh, sebab haid bukan penghalang ihram. Ia melakukan seluruh amalan umroh seperti biasa, kecuali tawaf, yang menuntut kesucian dari hadas. Untuk tawaf, ia menunggu hingga suci, mandi, lalu menyempurnakan tawaf, sa'i, dan tahallul.
Apa dalil tentang wanita haid saat umroh?
Dasarnya adalah kisah Aisyah yang mengalami haid saat hendak berumroh. Nabi bersabda, lakukanlah apa yang dilakukan orang yang berhaji, hanya saja jangan tawaf di Baitullah sampai engkau suci (HR Bukhari dan Muslim). Para ulama menyimpulkan bahwa tawaf serupa dengan shalat yang mensyaratkan suci dari hadas besar.
Apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan?
- Boleh berihram dan berniat umroh dari miqat, didahului mandi.
- Boleh memperbanyak talbiyah, doa, dan dzikir sepanjang perjalanan.
- Belum boleh tawaf hingga benar-benar suci dan mandi wajib.
Menurut jumhur ulama, sa'i tidak mensyaratkan suci, namun karena tertib rukun, sa'i dikerjakan setelah tawaf.
Bagaimana tata caranya secara berurutan?
- Mandi sunnah di miqat, lalu berihram dan berniat umroh.
- Selama menunggu suci, larangan ihram tetap berlaku dan dijaga.
- Setelah suci, mandi wajib lalu melaksanakan tawaf tujuh putaran.
- Dilanjutkan sa'i dan tahallul, sehingga umroh selesai dengan sah.
Bila kondisi sangat mendesak dan tidak memungkinkan menunggu, sebagian ulama memberi keringanan tertentu. Namun pendekatan yang lebih hati-hati dan banyak dipegang adalah menunggu suci lebih dahulu. Karena itu, banyak jamaah wanita berkonsultasi dengan dokter mengenai penundaan haid sebelum berangkat, sesuai kondisi kesehatan.
Bagaimana jika haid datang setelah tawaf?
Bila haid baru datang setelah tawaf selesai, tawaf tersebut tetap sah dan jamaah boleh melanjutkan sa'i, sebab menurut jumhur ulama sa'i tidak mensyaratkan suci dari hadas. Setelah itu jamaah bertahallul, dan umrohnya dianggap selesai. Yang menjadi syarat suci hanyalah tawaf. Karena itu, banyak jamaah wanita berusaha menyelesaikan tawaf lebih dahulu begitu tiba di Makkah, agar rangkaian umroh aman meski haid datang kemudian.
Agar lebih tenang, jamaah wanita sebaiknya memilih penyelenggara yang menyediakan pembimbing dan mengatur jadwal dengan fleksibel, sehingga ada ruang menunggu suci tanpa kehilangan kesempatan menyempurnakan tawaf.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah umroh wanita haid tetap sah?
Sah, selama ia berihram dan menyempurnakan tawaf setelah suci. Haid tidak membatalkan ihram maupun umroh.
Apakah wanita haid wajib tawaf wada?
Tidak. Wanita haid mendapat keringanan untuk tidak melakukan tawaf perpisahan sebagai bentuk kemudahan dari syariat.
Bolehkah memakai obat penunda haid untuk umroh?
Boleh selama aman dan atas pertimbangan dokter. Banyak jamaah memilihnya agar dapat menyelesaikan tawaf tepat waktu.
Dengan memahami hukum dan tata caranya, jamaah wanita tidak perlu cemas bila haid datang, karena ibadah tetap dapat disempurnakan dengan tenang sesuai tuntunan.
Referensi
- Rumaysho, Hukum Umrah bagi Wanita yang Sedang Haid. https://rumaysho.com/40785-hukum-umrah-bagi-wanita-yang-sedang-haid-bolehkah-berihram-dan-thawaf.html
- NU Online, Hukum Niat Ihram dan Miqat bagi Wanita Haid (HR Bukhari & Muslim). https://nu.or.id/syariah/hukum-niat-ihram-dan-miqat-bagi-wanita-haid-atau-nifas-9QQNY
- Suara Aisyiyah (Muhammadiyah), Haid Saat Umroh. https://suaraaisyiyah.id/haid-saat-umroh-wajib-bagaimana-hukumnya/