Sebagian besar jamaah berusia 45 tahun ke atas, dan seiring usia, fungsi jantung, paru, otot, serta keseimbangan tubuh menurun. Rangkaian umroh menuntut berjalan jauh, berdiri lama, dan beraktivitas di cuaca yang berbeda dari Tanah Air. Tanpa persiapan, lansia lebih rentan lelah, dehidrasi, dan terjatuh. Pemerintah pun menegaskan kesiapan fisik dan mental sebagai syarat utama keberangkatan jamaah lanjut usia.
Selain fisik, kesiapan mental juga penting. Lingkungan baru, keramaian, dan jadwal yang padat dapat memicu stres dan kelelahan emosional. Karena itu, persiapan lansia sebaiknya mencakup tubuh dan pikiran, dimulai sejak jauh hari sebelum berangkat, agar ibadah berlangsung tenang dan tidak memberatkan. Mengajak orang tua memeriksakan diri dan berlatih bersama juga menambah rasa percaya diri mereka menghadapi perjalanan.
Langkah persiapan untuk jamaah lansia
Beberapa langkah berikut membantu lansia siap menghadapi ibadah:
- Lakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, dan bagi yang memiliki penyakit kronis, konsultasikan dulu dengan dokter.
- Latih fisik secara bertahap, seperti jalan kaki rutin dan senam ringan yang bisa dilakukan sambil duduk atau berdiri, dengan fokus pada konsistensi bukan durasi.
- Pelajari tata cara manasik lebih awal agar tidak bingung saat di lapangan.
- Siapkan pendamping yang memadai, baik dari keluarga maupun pembimbing, terutama bila ada keterbatasan aktivitas.
- Pilih jadwal yang lebih sejuk dan tidak terlalu padat, serta layanan yang ramah lansia.
- Jaga hidrasi dan bawa perlindungan panas seperti payung, karena lansia lebih rentan terhadap dehidrasi dan kelelahan.
Layanan yang ramah lansia membuat perbedaan besar pada kenyamanan ibadah. Alburaq menempatkan jamaah di Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, mengatur jadwal yang manusiawi, dan menyediakan pendampingan selama ibadah. Untuk musim 2027, Umroh Ramadhan Series juga jatuh di periode yang sejuk, lebih nyaman bagi lansia. Anda bisa berkonsultasi melalui HaloAI untuk menyusun persiapan yang sesuai kondisi orang tua Anda.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah lansia boleh umroh?
Boleh. Usia bukan penghalang selama kondisi kesehatan terkendali, sudah diperiksa dokter, dan persiapan fisik serta pendampingan dilakukan dengan baik.
Latihan apa yang cocok untuk lansia sebelum umroh?
Jalan kaki rutin dan senam ringan yang bisa dilakukan sambil duduk atau berdiri. Yang utama adalah konsisten dan bertahap, bukan latihan berat dalam waktu singkat.
Apakah lansia perlu pendamping saat umroh?
Sangat dianjurkan, terutama bila ada keterbatasan aktivitas sehari-hari atau penyakit degeneratif. Pendamping membantu mobilitas, mengingatkan obat, dan menjaga kondisi.
Referensi
- Madaninews (2026). 7 tips haji aman untuk lansia, merujuk Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenhaj. https://www.madaninews.id/27214/7-tips-haji-aman-untuk-lansia-agar-tetap-sehat-dan-khusyuk-saat-ibadah.html
- Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kemenkes RI. Sinergi Germas dan manasik fisik jemaah haji. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/sinergi-germas-dan-manasik-fisik-jemaah-haji/
- Liputan6 (2026). Tips melatih fisik sebelum berangkat haji bagi orang tua. https://www.liputan6.com/islami/read/6487801/tips-melatih-fisik-sebelum-berangkat-haji-bagi-orang-tua-simak-6-rekomendasi-treatmennya