Mengapa Umroh Disebut Perjalanan Penyucian Dosa?

Tim Konten Alburaq Travel & Tour (PPIU resmi) ยท Diperbarui Mei 2026

Apa Dalil Umroh Menghapus Dosa?

Dalil utamanya adalah sabda Rasulullah dari Abu Hurairah, "Satu umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga" (HR Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa haji dan umroh menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana api memisahkan karat dari besi, emas, dan perak (HR Tirmidzi). Dalil-dalil inilah yang menjadikan umroh dikenal sebagai sarana pembersih jiwa.

Dosa Apa yang Dihapus oleh Umroh?

Para ulama menjelaskan bahwa penghapusan dosa lewat amalan seperti shalat lima waktu, shalat Jumat, dan umroh berlaku untuk dosa-dosa kecil. Imam Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan hal ini secara tegas.

Adapun dosa besar tetap memerlukan taubat nasuha tersendiri, yakni menyesal, berhenti dari perbuatan itu, dan bertekad tidak mengulanginya. Umroh membuka pintu pengampunan, namun bukan izin untuk meremehkan dosa.

Apa Syarat agar Umroh Benar-benar Menyucikan?

Agar umroh menjadi penyuci dosa, para ulama menggarisbawahi beberapa syarat: niat ikhlas semata karena Allah, mengikuti tata cara sesuai tuntunan Nabi, serta menjauhi riya, ucapan kotor, dan pertengkaran selama ibadah.

Suasana yang tenang membantu menjaga adab ini. Karena itu sebagian jamaah memilih menginap dekat Masjidil Haram, seperti di Hotel Owais yang berjarak sekitar 150 meter dari masjid, agar dapat memperbanyak ibadah dengan hati yang tenang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah umroh bisa menghapus dosa besar?

Menurut mayoritas ulama, umroh secara langsung menghapus dosa-dosa kecil. Dosa besar memerlukan taubat nasuha yang khusus. Namun umroh yang khusyuk sering menjadi momentum kuat seseorang untuk bertaubat secara menyeluruh dari dosa besarnya.

Apakah dosa kepada sesama manusia ikut terhapus?

Dosa yang berkaitan dengan hak orang lain, seperti utang atau kezaliman, umumnya tidak gugur hanya dengan ibadah. Pelakunya tetap perlu mengembalikan hak tersebut atau meminta kehalalan dari yang bersangkutan.

Referensi

Shahih al-Bukhari no. 1773; Shahih Muslim no. 1349.

Sunan at-Tirmidzi, hadits iringilah haji dengan umrah.

An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, pembahasan penghapusan dosa kecil.

Keutamaan Umroh sebagai Bentuk Syukur kepada Allah