Kenapa perempuan perlu perhatian khusus
Saat ritual seperti tawaf dan sai, jamaah berada di tengah kerumunan yang padat. Risiko terdorong atau terjatuh lebih besar, dan penelitian pada jamaah menunjukkan kejadian jatuh lebih sering dialami perempuan. Selain faktor keramaian, perempuan juga memiliki kebutuhan privasi dan kenyamanan yang perlu diperhatikan selama perjalanan.
Kabar baiknya, sebagian besar risiko ini bisa ditekan dengan perencanaan. Memilih waktu yang tepat, menjaga kebersamaan rombongan, dan mengikuti arahan pembimbing membuat ibadah lebih tenang. Bagi yang sedang haid, tawaf ditunda hingga suci, sehingga sebaiknya dikomunikasikan dengan pembimbing untuk pengaturan waktunya. Menyiapkan hal-hal kecil seperti ini sejak awal membuat ibadah terasa jauh lebih tenang.
Tips aman dan nyaman bagi jamaah perempuan
Beberapa langkah berikut membantu menjaga keamanan dan kenyamanan:
- Pilih waktu yang lebih lengang untuk tawaf dan sai, seperti setelah Subuh atau larut malam, dan pertimbangkan lantai atas yang lebih lapang.
- Tetap bersama rombongan dan pembimbing, serta sepakati titik temu bila terpisah.
- Jaga posisi di keramaian, jangan melawan arus, dan beri ruang bagi yang lebih lemah.
- Simpan barang berharga dengan aman dan secukupnya agar mudah bergerak.
- Bagi yang sedang haid, tunda tawaf hingga suci dan konsultasikan pengaturan waktunya dengan pembimbing.
- Kenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh, serta bawa perlindungan panas seperti payung.
Rasa aman bagi jamaah perempuan sangat terbantu oleh rombongan yang tertata dan pendampingan yang sigap. Alburaq mengatur rombongan dengan pendampingan selama ibadah, menempatkan jamaah perempuan dalam kamar bersama sesama perempuan, dan memilih Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram agar perjalanan singkat dan mudah kembali beristirahat. Anda bisa berkonsultasi melalui HaloAI untuk perjalanan yang lebih nyaman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan waktu paling aman bagi perempuan untuk tawaf?
Umumnya setelah salat Subuh hingga pertengahan pagi atau larut malam menjelang Subuh, saat lebih sejuk dan lengang. Lantai atas juga lebih lapang dan nyaman.
Bagaimana menjaga keamanan di tengah keramaian?
Tetap bersama rombongan, jaga posisi, jangan melawan arus, beri ruang bagi yang lebih lemah, dan ikuti arahan pembimbing.
Apa yang dilakukan jamaah perempuan yang sedang haid?
Tawaf ditunda hingga suci karena memerlukan kondisi suci. Komunikasikan dengan pembimbing agar pengaturan waktu ibadah bisa disesuaikan.
Referensi
- Umrah Bersamamu (2025). Tips praktis menghindari kepadatan saat tawaf dan sai. https://umrahbersamamu.com/2025/08/04/tips-praktis-menghindari-kepadatan-saat-tawaf-dan-sai/
- Journal of Pain Research (2021). Falls and musculoskeletal pain among pilgrims during the Hajj. https://www.dovepress.com/the-prevalence-and-factors-associated-with-musculoskeletal-pain-among--peer-reviewed-fulltext-article-JPR
- Liputan6 (2026). Bolehkah wanita umroh tanpa mahram? Pandangan ulama 4 mazhab. https://www.liputan6.com/islami/read/6319321/bolehkah-wanita-umroh-tanpa-mahram-simak-pandangan-ulama-4-mazhab