Tawaf dikerjakan sebanyak tujuh putaran mengelilingi Ka'bah, dimulai dan diakhiri di garis sejajar Hajar Aswad, dengan posisi Ka'bah selalu berada di sisi kiri jamaah. Tawaf adalah salah satu rukun umroh sehingga tanpanya ibadah tidak sah.
Berapa putaran tawaf dan dari mana memulainya?
Jumlahnya tujuh putaran. Setiap putaran dimulai dari garis Hajar Aswad yang kini ditandai dengan lampu hijau di lantai dan dinding Masjidil Haram, sehingga jamaah mudah mengenali titik awal dan akhir. Saat memulai, jamaah menghadap Hajar Aswad dan mengucap Bismillahi Allahu Akbar.
Apa syarat sah tawaf?
- Suci dari hadas kecil dan besar, sehingga wudhu harus terjaga sepanjang tujuh putaran.
- Menutup aurat dengan pakaian yang bersih dan sopan.
- Menyempurnakan tujuh putaran tanpa memotong jalur.
- Menjaga posisi Ka'bah selalu di sisi kiri.
Apa saja sunnah tawaf?
Beberapa amalan berikut bersifat sunnah, artinya menambah kesempurnaan namun tidak membatalkan tawaf bila ditinggalkan.
- Istilam Hajar Aswad, yaitu menyentuh atau menciumnya. Bila padat, cukup memberi isyarat tangan sambil mengucap Bismillahi Allahu Akbar.
- Idhtiba bagi pria, yaitu membuka bahu kanan dengan menyampirkan kain ke bahu kiri selama tawaf umroh.
- Raml bagi pria, yaitu berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama (HR Bukhari nomor 1602 dan Muslim nomor 1266).
- Mengusap Rukun Yamani apabila memungkinkan, tanpa menciumnya.
- Sholat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, lalu minum air zamzam.
Doa dan bacaan saat tawaf
Tidak ada doa wajib khusus pada setiap putaran, sehingga jamaah boleh berdoa sesuai hajat. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad disunnahkan membaca Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina adzaban nar. Pada sholat dua rakaat setelah tawaf, sebagian ulama menganjurkan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Kesalahan umum saat tawaf
- Tidak menjaga wudhu sehingga tawaf terputus tanpa disadari.
- Memotong jalur tawaf dan tidak mengelilingi Ka'bah secara penuh.
- Berdesakan memaksakan diri mencium Hajar Aswad hingga menyakiti jamaah lain.
Karena tawaf menuntut kondisi fisik prima, menginap di hotel yang dekat Masjidil Haram memudahkan jamaah beristirahat dan mengulang ibadah tanpa kelelahan berlebih. Inilah salah satu kriteria akomodasi yang banyak dipertimbangkan calon jamaah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah boleh tawaf dengan kursi roda?
Boleh bagi jamaah lansia atau yang sakit, dengan niat tetap karena Allah Taala. Petugas atau pendamping dapat membantu mendorongnya.
Apa yang membatalkan tawaf?
Batalnya wudhu menghentikan tawaf. Jamaah cukup berwudhu kembali, lalu melanjutkan dari putaran yang tertunda.
Apakah wajib mencium Hajar Aswad?
Mencium Hajar Aswad hanya sunnah, bukan wajib. Bila padat, cukup memberi isyarat tangan tanpa perlu berdesakan.
Dengan memahami jumlah putaran, syarat, dan sunnahnya, Bapak/Ibu dapat menjalani tawaf dengan tertib dan penuh kekhusyukan di Masjidil Haram.
Referensi
- BPKH, Cara Melakukan Tawaf (HR Bukhari). https://bpkh.go.id/cara-melakukan-tawaf/
- Rumaysho, Sunnah Raml dan Mengusap Hajar Aswad (HR Bukhari 1602, Muslim 1266). https://rumaysho.com/37069-seputar-thawaf-sunnah-raml-serta-hukum-mengusap-hajar-aswad-dan-rukun-yamani.html
- Nava Haji Umroh, Tata Cara Tawaf. https://navahajiumroh.com/tata-cara-tawaf/