Tawaf adalah salah satu rukun umroh yang paling khusyuk sekaligus menantang karena dilakukan di tengah lautan jamaah. Memahami panduannya akan membuat Bapak/Ibu lebih tenang dan tidak kehilangan hitungan.
Tawaf berapa putaran?
Tawaf dilakukan sebanyak tujuh putaran penuh mengelilingi Kabah. Satu putaran dihitung dari garis sejajar Hajar Aswad dan berakhir kembali di garis yang sama. Selama tawaf, posisi Kabah selalu berada di sebelah kiri tubuh, sehingga jamaah bergerak berlawanan arah jarum jam.
Bagaimana memulai dan menutup setiap putaran?
Tawaf dimulai dari sudut Hajar Aswad. Jamaah disunnahkan istilam, yaitu menyentuh atau mencium Hajar Aswad bila memungkinkan. Jika tidak, cukup memberi isyarat dengan tangan ke arahnya sambil mengucapkan takbir. Menyentuh Hajar Aswad bukan kewajiban, sehingga jamaah tidak perlu memaksakan diri berdesakan hingga membahayakan keselamatan.
Apa yang disunnahkan bagi laki-laki saat tawaf?
Bagi laki-laki, disunnahkan ber-idhtiba dengan membuka bahu kanan, serta melakukan raml pada tiga putaran pertama. Raml adalah berjalan cepat dengan langkah pendek. Pada empat putaran berikutnya, jamaah berjalan biasa. Sepanjang tawaf tidak ada doa khusus yang diwajibkan, sehingga jamaah boleh berdoa dengan bahasa apa pun sesuai hajatnya.
Apa yang dilakukan setelah tujuh putaran?
Setelah menyelesaikan tujuh putaran, jamaah disunnahkan salat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila keadaan memungkinkan, lalu memperbanyak doa di area Multazam dan minum air zamzam. Bila Maqam Ibrahim padat, salat boleh dilakukan di bagian masjid mana pun.
Karena tawaf menguras tenaga, kedekatan penginapan menjadi nilai tambah yang nyata. Jamaah Umroh Ramadhan Series Alburaq menginap di Hotel Owais yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, sehingga mudah kembali beristirahat lalu mengulang ibadah sunnah tanpa kelelahan berlebih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah harus menyentuh Hajar Aswad?
Tidak. Cukup memberi isyarat dari kejauhan sambil bertakbir bila kondisi terlalu padat.
Bagaimana jika lupa hitungan putaran?
Ambil hitungan yang paling diyakini atau yang lebih sedikit, lalu lengkapi kekurangannya agar genap tujuh.
Daftar Pustaka
- Al-Quran al-Karim, QS Al-Hajj: 29.
- Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
- Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
- Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.