Kenapa tawaf di keramaian berisiko
Area sekitar Ka'bah bisa sangat padat pada jam-jam tertentu, dan berdesakan meningkatkan risiko terdorong, terinjak, atau terjatuh. Risiko ini lebih besar bagi lansia dan perempuan. Penelitian pada jamaah haji mencatat kejadian jatuh dialami sekitar 13,8 persen jamaah, dan lebih sering terjadi pada perempuan serta jamaah berusia di atas 50 tahun.
Seiring usia, keseimbangan dan kekuatan otot menurun sehingga tubuh lebih mudah goyah di tengah kerumunan. Lantai yang ramai juga membuat gerak terbatas dan napas terasa sesak. Karena itu, memilih waktu dan tempat yang tepat menjadi bagian penting dari menjaga keselamatan saat tawaf.
Langkah agar tawaf lebih aman
Beberapa langkah berikut membantu menekan risiko di keramaian:
- Pilih waktu yang lebih lengang, misalnya setelah salat Subuh hingga pertengahan pagi, atau larut malam menjelang Subuh. Hindari puncak keramaian setelah Maghrib dan Isya.
- Pertimbangkan tawaf di lantai atas yang lebih lapang dan tetap sah, terutama bagi lansia, perempuan, atau pengguna kursi roda.
- Ikuti arus jamaah dan jalur yang disediakan petugas, jangan berhenti tiba-tiba atau melawan arah.
- Tetap bersama rombongan dan pembimbing, serta sepakati titik temu bila terpisah.
- Jaga ketenangan, beri ruang bagi yang lebih lemah, dan gunakan kursi roda bila kondisi fisik memang tidak memungkinkan.
- Latih keseimbangan tubuh sejak di rumah, karena lansia lebih mudah goyah dan terjatuh di area yang padat.
Rasa aman di keramaian sangat terbantu oleh pendampingan yang sigap dan rombongan yang terkelola rapi. Alburaq mendampingi jamaah selama ritual, memberi arahan memilih waktu yang tepat, dan menjaga rombongan agar tidak terpisah. Ditambah Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, jamaah lebih leluasa memilih waktu tawaf yang lengang tanpa khawatir perjalanan jauh. Untuk jamaah lansia atau perempuan, konsultasi lewat HaloAI bisa membantu menyiapkan perjalanan yang lebih nyaman. Kuota setiap keberangkatan pun dibatasi agar rombongan tetap terkelola dan pendampingan lebih maksimal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan waktu paling aman untuk tawaf agar tidak berdesakan?
Umumnya setelah salat Subuh hingga sekitar pukul sembilan pagi, atau larut malam menjelang Subuh. Hindari waktu puncak setelah Maghrib dan Isya.
Apakah tawaf di lantai atas sah?
Sah. Para ulama membolehkan tawaf di lantai atas selama tetap mengelilingi Ka'bah, dan pilihan ini lebih aman serta lapang bagi lansia dan perempuan.
Apa yang harus dilakukan jika terpisah dari rombongan saat tawaf?
Tetap tenang, ikuti arus jamaah, menepi ke area yang lebih longgar, lalu menuju titik temu yang sudah disepakati. Hubungi pembimbing dan jangan melawan arah kerumunan.
Referensi
- Journal of Pain Research (2021). Falls and musculoskeletal pain among pilgrims during the Hajj. https://www.dovepress.com/the-prevalence-and-factors-associated-with-musculoskeletal-pain-among--peer-reviewed-fulltext-article-JPR
- Kapanlagi. Cara Melakukan Tawaf dan Sai bagi Lansia agar Ibadah Tetap Aman. https://www.kapanlagi.com/feeds/cara-melakukan-tawaf-dan-sai-bagi-lansia-agar-ibadah-tetap-aman-dan-khusyuk-6cda15f23c.html
- Umrah Bersamamu (2025). Tips Praktis Menghindari Kepadatan saat Tawaf dan Sai. https://umrahbersamamu.com/2025/08/04/tips-praktis-menghindari-kepadatan-saat-tawaf-dan-sai/