Raml dan idhtiba adalah dua amalan sunnah dalam tawaf yang sering tidak diketahui jamaah. Raml adalah berjalan cepat dengan langkah pendek pada tiga putaran pertama, sedangkan idhtiba adalah membuka bahu kanan dengan menyampirkan kain ihram ke bahu kiri sepanjang tawaf umroh. Keduanya khusus bagi pria dan tidak membatalkan tawaf bila ditinggalkan.
Apa itu raml dan bagaimana dalilnya?
Raml adalah berjalan cepat dengan langkah yang dirapatkan, bukan berlari kencang. Dari Ibnu Abbas, jamaah disunnahkan melakukan raml pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya (HR Bukhari nomor 1602 dan Muslim nomor 1266). Raml hanya dilakukan pada tawaf yang diiringi sa'i, seperti tawaf umroh.
Apa itu idhtiba?
Idhtiba adalah cara mengenakan kain ihram dengan membuka bahu kanan, yaitu menyampirkan bagian tengah kain di bawah ketiak kanan lalu kedua ujungnya ke bahu kiri. Idhtiba dilakukan sepanjang tawaf umroh. Setelah tawaf selesai, kain dikembalikan menutup kedua bahu seperti semula, termasuk saat sholat dua rakaat di Maqam Ibrahim.
Apa hikmah di balik keduanya?
Para ulama menjelaskan, raml dan idhtiba pada awalnya menampakkan kekuatan dan semangat kaum muslimin di hadapan orang-orang yang meragukan mereka. Meski sebabnya telah berlalu, keduanya tetap disunnahkan karena dicontohkan Rasulullah, sebagai bentuk mengikuti tuntunan beliau.
- Raml hanya pada tiga putaran pertama, bukan seluruh tujuh putaran.
- Idhtiba sepanjang tawaf, lalu dilepas setelah tawaf selesai.
- Keduanya khusus bagi pria, tidak disunnahkan bagi wanita.
- Bila kondisi terlalu padat sehingga raml tidak memungkinkan, jamaah cukup berjalan biasa.
Apakah raml dan idhtiba memengaruhi keabsahan tawaf?
Raml dan idhtiba adalah sunnah, sehingga meninggalkannya tidak membatalkan tawaf maupun umroh. Jamaah yang lupa atau tidak mampu melakukannya karena padat tetap sah tawafnya. Para ulama menganjurkan mengerjakan keduanya bila memungkinkan, namun mengingatkan agar tidak memaksakan diri hingga mengganggu jamaah lain. Yang utama adalah menyempurnakan tujuh putaran dengan tertib dan menjaga kekhusyukan.
Karena banyak jamaah belum mengenal kedua sunnah ini, kehadiran pembimbing ibadah yang menjelaskan dan mempraktikkannya sangat membantu. Pendampingan seperti ini menjadi salah satu kriteria yang banyak dipertimbangkan calon jamaah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah raml dilakukan pada semua putaran tawaf?
Tidak. Raml hanya pada tiga putaran pertama, sedangkan empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan biasa.
Apakah wanita melakukan raml dan idhtiba?
Tidak. Keduanya khusus bagi pria. Wanita tidak disunnahkan melakukan raml maupun idhtiba dalam tawaf.
Apakah idhtiba dilakukan saat sholat setelah tawaf?
Tidak. Setelah tawaf selesai, bahu kanan kembali ditutup, termasuk saat sholat dua rakaat di Maqam Ibrahim.
Dengan mengenal raml dan idhtiba, Bapak/Ibu dapat menjalankan tawaf lebih sesuai sunnah dan meraih keutamaan yang sering terlewatkan jamaah lain.
Referensi
- Rumaysho, Sunnah Raml dan Mengusap Hajar Aswad (HR Bukhari 1602, Muslim 1266). https://rumaysho.com/37069-seputar-thawaf-sunnah-raml-serta-hukum-mengusap-hajar-aswad-dan-rukun-yamani.html
- Muslim.or.id, Beberapa Sunnah Ketika Thawaf. https://muslim.or.id/18442-beberapa-sunnah-ketika-thawaf.html
- BPKH, Cara Melakukan Tawaf. https://bpkh.go.id/cara-melakukan-tawaf/