Umroh dan haji sama-sama ibadah yang berpusat di Makkah, sehingga sebagian orang menganggapnya serupa. Padahal keduanya berbeda dalam beberapa hal mendasar. Memahami perbedaannya membantu jamaah menempatkan masing-masing ibadah dengan benar.
Apa perbedaan dari sisi rukun?
Perbedaan paling mendasar ada pada rukun. Rukun umroh menurut sebagian besar ulama adalah ihram, tawaf, sai, tahallul, dan tertib. Haji memiliki rukun yang lebih banyak, mencakup ihram, wukuf di Arafah, tawaf ifadah, sai, tahallul, dan tertib. Wukuf di Arafah inilah pembeda terbesar, karena ia menjadi inti haji yang tidak ada dalam umroh. Ada ungkapan masyhur bahwa haji adalah Arafah.
Apa perbedaan dari sisi waktu?
Umroh boleh dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, tanpa terikat bulan tertentu, sehingga sering disebut haji kecil. Sebaliknya, haji hanya sah pada waktu tertentu, yaitu pada bulan-bulan haji yang puncaknya wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah. Jika seseorang berihram haji di luar waktu tersebut, ibadahnya terhitung sebagai umroh.
Apa perbedaan dari sisi hukum?
Haji termasuk rukun Islam dan hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu, berdasarkan QS Ali Imran ayat 97. Adapun umroh, para ulama berbeda pendapat. Sebagian menilainya wajib sekali seumur hidup, sementara sebagian besar menilainya sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Karena itu, umroh dapat diulang kapan pun tanpa batas.
Bagaimana ringkasan perbedaannya?
Tabel berikut merangkum perbedaan pokok keduanya:
| Aspek | Umroh | Haji | Catatan |
|---|---|---|---|
| Wukuf Arafah | Tidak ada | Wajib | Pembeda terbesar |
| Waktu | Kapan saja | Bulan Dzulhijjah | Haji terikat waktu |
| Hukum | Sangat dianjurkan | Wajib sekali | Bagi yang mampu |
| Durasi | Beberapa jam | Beberapa hari | Haji lebih panjang |
Mengapa banyak yang memilih umroh lebih dulu?
Karena tidak terikat waktu dan kuota antrean yang panjang, umroh menjadi jalan bagi banyak Muslim untuk merasakan ibadah di Tanah Suci lebih cepat, sekaligus melatih diri sebelum kelak menunaikan haji. Terlebih, umroh di bulan Ramadhan memiliki keutamaan istimewa sebagaimana disebut dalam hadis.
Bagi Bapak/Ibu yang ingin merasakan kekhusyukan ibadah di Tanah Suci sambil menanti panggilan haji, Umroh Ramadhan Series Alburaq menghadirkan pendampingan pembimbing ibadah dan penginapan di Hotel Owais yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, agar pengalaman ibadah terasa nyaman dan bermakna.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah umroh bisa menggantikan haji?
Tidak. Umroh tidak menggantikan kewajiban haji, karena keduanya ibadah berbeda dengan rukun dan waktu yang berbeda.
Apakah haji sudah mencakup umroh?
Tergantung jenis haji. Pada haji tamattu dan qiran, umroh tercakup, sedangkan pada haji ifrad umroh dilakukan terpisah.
Daftar Pustaka
- Al-Quran al-Karim, QS Ali Imran: 97 dan QS Al-Baqarah: 196.
- Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, riwayat tentang haji dan umroh.
- Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
- Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.