Kenapa diabetes butuh perhatian khusus saat umroh
Diabetes adalah salah satu penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan pada jamaah Indonesia. Selama umroh, pola makan berubah mengikuti jadwal ibadah, aktivitas fisik meningkat, dan cuaca berbeda dari Tanah Air. Semua ini dapat memengaruhi kadar gula darah. Tanpa persiapan, risiko hipoglikemia atau gula darah turun drastis dan luka di kaki menjadi lebih besar.
Otoritas di Tanah Suci menyarankan penderita diabetes memulai ibadah setelah minum obat dan makan cukup, serta berhenti sejenak bila merasa gula darah menurun. Karena banyak berjalan, kaki juga perlu dilindungi karena luka pada penderita diabetes lebih lambat sembuh dan rentan terinfeksi.
Persiapan penting bagi penderita diabetes
Beberapa langkah berikut membantu menjaga ibadah tetap aman dan nyaman:
- Konsultasikan dengan dokter sebelum berangkat untuk menyesuaikan dosis obat atau insulin, dan minta surat keterangan kondisi Anda.
- Bawa alat cek gula darah sendiri, dan jika memungkinkan ukur sebelum dan sesudah tawaf atau sai.
- Selalu bawa sumber gula cepat seperti permen, kurma, atau jus untuk mengatasi gejala hipoglikemia.
- Rawat kaki dengan baik: jangan bertelanjang kaki, kenakan kaus kaki katun yang menyerap keringat, dan gunakan alas kaki yang nyaman.
- Jaga hidrasi karena dehidrasi dapat memperburuk kadar gula darah, dan tetap pilih makanan dengan gizi seimbang.
- Atur jadwal makan dan obat secermat mungkin meski waktu ibadah membuat pola makan bergeser, dan bawa camilan sehat untuk menjaga energi.
Aktivitas berjalan yang panjang adalah salah satu tantangan terbesar bagi penderita diabetes. Alburaq menempatkan jamaah di Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, sehingga beban kaki berkurang dan jamaah mudah kembali untuk beristirahat atau mengukur gula. Pendampingan tim juga membantu mengingatkan jadwal obat dan menjaga ritme ibadah. Untuk menyiapkan perjalanan yang sesuai kondisi Anda, konsultasi melalui HaloAI bisa menjadi langkah awal. Sebagai umroh tangan pertama, kebutuhan khusus jamaah lebih mudah diakomodasi karena layanan dikelola langsung.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah penderita diabetes boleh umroh?
Boleh. Diabetes bukan penghalang selama gula darah terkontrol dan persiapan dilakukan dengan matang, termasuk konsultasi dokter dan membawa obat yang cukup.
Bagaimana mencegah hipoglikemia saat tawaf atau sai?
Pastikan sudah makan dan minum obat sesuai anjuran, ukur gula bila memungkinkan, dan selalu bawa sumber gula cepat. Berhenti sejenak bila terasa lemas, gemetar, atau berkeringat dingin.
Kenapa penderita diabetes harus menjaga kakinya saat umroh?
Karena banyak berjalan, kaki rentan lecet dan luka, sementara luka pada penderita diabetes lebih lambat sembuh dan mudah terinfeksi. Alas kaki yang nyaman dan kaus kaki katun sangat membantu.
Referensi
- ANTARA News (2024). Hal-hal yang mesti disiapkan penderita diabetes sebelum berangkat haji. https://www.antaranews.com/berita/4098819/hal-hal-yang-mesti-disiapkan-penderita-diabetes-sebelum-berangkat-haji
- Republika / Bareksa (2023). Tips umroh lancar bagi penderita diabetes dari otoritas Arab Saudi. https://www.bareksa.com/berita/umroh/2023-10-18/tips-umroh-lancar-bagi-penderita-diabetes-dari-otoritas-arab-saudi
- Alodokter. Cara perawatan kaki penderita diabetes yang benar. https://www.alodokter.com/ketahui-cara-perawatan-kaki-diabetes-yang-benar