Pakaian Ihram dan Perlengkapan Umroh untuk Perempuan

Ketentuan pakaian ihram perempuan

Jamaah perempuan tidak diwajibkan mengenakan dua helai kain seperti laki-laki. Wanita boleh memakai pakaian sehari-hari yang berjahit, seperti gamis, selama menutup aurat dengan sempurna, longgar, tidak transparan, dan tidak membentuk lekuk tubuh. Pakaian juga sebaiknya tidak mencolok atau menyerupai pakaian laki-laki.

Saat ihram, ada larangan khusus bagi perempuan, yaitu memakai cadar atau penutup wajah dan sarung tangan, sesuai sabda Nabi dalam riwayat Bukhari. Wajah dan telapak tangan dibiarkan terbuka, sementara punggung tangan tetap ditutup, misalnya dengan lengan panjang atau handsock. Bila berada di keramaian dan ingin menutup wajah, perempuan boleh menjulurkan kain dari atas kepala tanpa menempel ke wajah. Memahami batasan ini membantu jamaah perempuan tetap khusyuk tanpa khawatir melanggar aturan ihram.

Perlengkapan dan tips berpakaian untuk perempuan

Beberapa hal berikut membantu jamaah perempuan tampil syar'i sekaligus nyaman:

  • Kenakan pakaian longgar yang menutup aurat, dengan warna sopan dan tidak menerawang.
  • Hindari cadar dan sarung tangan selama ihram, dan gunakan handsock untuk menutup punggung tangan bila diperlukan.
  • Pilih bahan yang ringan dan menyerap keringat agar nyaman di cuaca panas.
  • Gunakan kaus kaki dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan.
  • Bila berdebu, boleh memakai masker dan kacamata, bukan cadar, untuk melindungi diri.
  • Siapkan pakaian ganti yang cukup karena cuaca panas membuat tubuh mudah berkeringat.

Memahami ketentuan ini sejak awal membuat ibadah lebih tenang dan terhindar dari kesalahan yang berujung denda. Alburaq membekali jamaah dengan manasik dan panduan perlengkapan agar perempuan siap menghadapi ketentuan ihram sekaligus cuaca di Tanah Suci. Ditambah Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, jamaah lebih nyaman mempersiapkan diri. Untuk pertanyaan seputar perlengkapan, Anda bisa berkonsultasi melalui HaloAI.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda pakaian ihram wanita dan laki-laki?

Laki-laki memakai dua helai kain tidak berjahit, sedangkan wanita memakai pakaian biasa yang berjahit dan menutup aurat, seperti gamis, dengan syarat sopan dan tidak menerawang.

Bolehkah memakai cadar atau sarung tangan saat ihram?

Tidak. Menurut mayoritas ulama, perempuan dilarang memakai cadar dan sarung tangan selama ihram. Wajah dan telapak tangan dibiarkan terbuka.

Apakah pakaian ihram wanita harus berwarna putih?

Tidak wajib. Warna apa pun boleh asalkan sopan dan tidak mencolok, meski sebagian menganjurkan warna putih karena lebih sederhana.

Referensi

  1. ANTARA News (2025). Ketentuan pakaian ihram bagi pria dan wanita saat haji dan umrah. https://www.antaranews.com/berita/5315560/ketentuan-pakaian-ihram-bagi-pria-dan-wanita-saat-haji-dan-umrah
  2. Liputan6 (2025). Ketentuan pakaian ihram wanita: panduan lengkap calon jamaah. https://www.liputan6.com/islami/read/6235575/ketentuan-pakaian-ihram-wanita-panduan-lengkap-calon-jamaah-haji
  3. Kompas / Kemenag RI (2026). Larangan pakaian ihram untuk jemaah, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah. https://cahaya.kompas.com/aktual/26D12161215090/jangan-salah-ini-larangan-pakaian-ihram-haji-2026-untuk-jemaah
Umroh untuk Penderita Hipertensi: Tips Aman Menjaga Tekanan Darah