Bacaan Niat Umroh dan Talbiyah Lengkap dengan Artinya

Niat umroh diucapkan saat berihram di miqat, lalu dilanjutkan dengan talbiyah yang dibaca berulang sepanjang perjalanan menuju Masjidil Haram. Berikut bacaan lengkapnya dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, agar jamaah dapat menghafalnya sejak di tanah air.

Bacaan niat umroh

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ عُمْرَةً

Nawaitul 'umrata wa ahramtu bihi lillahi ta'ala, labbaika Allahumma 'umratan.

Artinya: Aku berniat umroh dan berihram karenanya untuk Allah Taala. Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, untuk berumroh.

Bacaan talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak.

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

Bacaan tambahan talbiyah

Diriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau kadang menambahkan lafal berikut setelah talbiyah utama, sebagai bentuk pujian dan kepasrahan yang lebih dalam kepada Allah.

لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ وَالْخَيْرُ بِيَدَيْكَ وَالرَّغْبَاءُ إِلَيْكَ وَالْعَمَلُ

Labbaik wa sa'daik, wal khairu biyadaik, war raghbaa'u ilaika wal 'amal.

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu dengan penuh kebahagiaan, segala kebaikan ada di tangan-Mu, hanya kepada-Mu permohonan dipanjatkan, dan amal hanya untuk-Mu.

Kapan niat dan talbiyah dibaca?

Niat umroh dibaca tepat saat atau sebelum melintasi miqat. Setelah berniat, talbiyah diperbanyak dan terus dilantunkan hingga jamaah mulai melaksanakan tawaf di Masjidil Haram. Saat itu talbiyah dihentikan, lalu jamaah memulai tawaf dengan menghadap Hajar Aswad sambil mengucap Bismillahi Allahu Akbar. Bila ragu pada lafal Arabnya, jamaah boleh berniat dengan bahasa yang dipahami, sebab inti niat ada di dalam hati.

Adab dan hikmah talbiyah

Para ulama menganjurkan jamaah pria mengeraskan suara talbiyah secukupnya, sedangkan jamaah wanita melirihkannya. Talbiyah sebaiknya diulang setiap kali keadaan berubah, misalnya saat naik kendaraan, menjelang waktu sholat, atau bertemu rombongan lain. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa setiap muslim yang bertalbiyah akan diikuti oleh batu, pohon, dan tanah di sekitarnya yang turut bertalbiyah, sehingga jamaah dianjurkan menghayati setiap lafalnya dengan sepenuh hati.

Melafalkan niat dan talbiyah bersama rombongan di bawah arahan pembimbing membuat suasana ibadah lebih khusyuk dan seragam, sehingga jamaah pemula tidak ragu pada lafal yang benar.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah niat wajib dilafalkan dengan lisan?

Letak niat ada di hati. Melafalkannya dengan lisan bersifat membantu kemantapan dan dinilai sunnah oleh para ulama.

Sampai kapan talbiyah dibaca?

Talbiyah dibaca hingga jamaah mulai menghadap atau menyentuh Hajar Aswad untuk memulai tawaf, lalu diganti dengan doa.

Apakah talbiyah pria dan wanita sama?

Lafalnya sama. Bedanya, pria disunnahkan mengeraskan suara secukupnya, sedangkan wanita cukup melirihkannya.

Dengan menghafal niat dan talbiyah sejak di tanah air, Bapak/Ibu dapat memulai umroh dengan hati yang lebih siap dan tenang.

Referensi

  • Detik Hikmah, Niat Umrah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya. https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8162378/niat-umrah-lafal-lengkap-dalam-tulisan-arab-latin-dan-artinya
  • CNN Indonesia, Bacaan Niat Umrah dan Talbiyah. https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20241120131239-569-1168670/bacaan-niat-umrah-arab-latin-dan-waktu-membacanya
  • Detik Hikmah, Bacaan Talbiyah (riwayat Ibnu Umar). https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-6718285/bacaan-talbiyah-haji-dan-umrah-dalam-arab-latin-serta-artinya
Syarat dan Rukun Umroh: Panduan Lengkap untuk Jamaah Pemula