Cara Menghindari Kesalahan Umum saat Tawaf dan Sai

Tawaf dan sai adalah rukun yang dilakukan di tengah keramaian, sehingga rentan terhadap kesalahan teknis. Mengenali kesalahan yang sering terjadi sejak awal akan membantu Bapak/Ibu menjalankannya dengan tepat dan tidak gelisah saat di lapangan.

Apa kesalahan umum saat tawaf?

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat tawaf antara lain memulai putaran bukan dari garis sejajar Hajar Aswad, sehingga hitungan menjadi tidak tepat. Kesalahan lain adalah posisi Kabah tidak berada di sebelah kiri tubuh, atau keliru menghitung jumlah putaran karena terbawa arus jamaah. Ada pula yang menyangka tawaf harus selalu menyentuh atau mendekat ke Kabah, padahal tawaf dari lingkaran luar pun tetap sah.

Apa kesalahan umum saat sai?

Saat sai, kesalahan yang sering muncul adalah keliru menghitung. Perlu diingat, perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu kali, dan dari Marwah ke Safa dihitung satu kali lagi, sehingga hitungan ketujuh berakhir di Marwah. Sebagian jamaah keliru menganggap bolak-balik sebagai satu hitungan, sehingga jumlahnya menjadi salah. Kesalahan lain adalah tidak memulai dari Safa.

Apa kesalahan terkait Hajar Aswad?

Kesalahan yang berisiko membahayakan adalah memaksakan diri menyentuh atau mencium Hajar Aswad di tengah kepadatan, hingga berdesakan dan menyakiti orang lain. Padahal menyentuh Hajar Aswad hanya sunnah, dan cukup diganti dengan isyarat tangan sambil bertakbir. Memaksakan diri justru bertentangan dengan adab dan dapat membahayakan keselamatan.

Bagaimana cara menghindari kesalahan ini?

  • Pahami titik mulai dan arah tawaf serta sai sejak dari Tanah Air melalui manasik.
  • Gunakan alat bantu hitung sederhana atau ikuti hitungan bersama pembimbing.
  • Jangan memaksakan diri mendekat ke Kabah atau Hajar Aswad bila terlalu padat.
  • Bila ragu jumlah putaran, ambil hitungan yang lebih sedikit lalu lengkapi agar genap.

Pendampingan sangat menekan risiko kesalahan teknis ini. Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing ibadah menuntun hitungan tawaf dan sai secara bersama, serta mengingatkan jamaah agar mengutamakan keselamatan. Lokasi Hotel Owais yang dekat memudahkan jamaah memilih waktu lengang untuk beribadah lebih tenang.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana jika ragu sudah berapa putaran?

Ambil jumlah yang paling diyakini atau yang lebih sedikit, lalu lengkapi kekurangannya hingga genap tujuh putaran.

Apakah tawaf dari lantai atas sah?

Sah menurut para ulama, selama tetap mengelilingi Kabah dengan tujuh putaran, meski jaraknya lebih jauh dari Kabah.

Daftar Pustaka

  • Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, riwayat tata cara tawaf dan sai Nabi.
  • Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
  • Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.
Panduan Sholat di Masjidil Haram bagi Jamaah Umroh