Cara Mengenakan dan Merawat Pakaian Ihram selama Ibadah

Pakaian ihram pria terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan, satu disampirkan menutupi badan atas dan satu lagi dipakai seperti sarung. Wanita cukup mengenakan pakaian biasa yang menutup aurat, tanpa cadar yang menempel dan tanpa sarung tangan. Selain cara memakainya, merawat kain ihram agar tetap bersih dan rapi penting untuk menjaga kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.

Bagaimana cara pria mengenakan kain ihram?

  • Pakai kain bawah sebagai sarung yang menutup pusar hingga di bawah lutut.
  • Sampirkan kain atas sehingga menutup kedua pundak.
  • Saat tawaf, buka bahu kanan dengan menyilangkan kain ke bahu kiri, yang disebut idhtiba.
  • Hindari pakaian dalam berjahit, sepatu yang menutup mata kaki, dan penutup kepala.

Bagaimana wanita berpakaian ihram?

Wanita mengenakan busana muslimah yang longgar, menutup aurat, dan tidak transparan, dengan wajah dan telapak tangan dibiarkan terbuka. Warna tidak diharuskan putih dan tidak ada model khusus. Sepatu serta kaus kaki tetap boleh dipakai, karena yang dilarang baginya hanyalah sarung tangan dan cadar yang menempel di wajah.

Bagaimana cara merawat pakaian ihram?

  • Jaga kain tetap bersih dan kering, hindari terkena najis selama dipakai.
  • Siapkan kain ihram cadangan untuk berjaga bila yang dipakai kotor atau basah.
  • Jangan memberi wewangian pada kain ihram setelah berniat, karena termasuk larangan.
  • Gunakan ikat pinggang ihram yang tidak berjahit menyerupai pakaian untuk merapikan kain dan menyimpan dokumen.

Para ulama menjelaskan kesederhanaan pakaian ihram menyimbolkan kesetaraan seluruh jamaah di hadapan Allah. Karena banyak jamaah pemula bingung mengatur kain agar tidak mudah lepas, pendampingan saat pemakaian ihram pertama sangat membantu kenyamanan ibadah.

Bagaimana menjaga kenyamanan saat memakai ihram?

Agar nyaman, jamaah sebaiknya memilih kain ihram berbahan lembut dan menyerap keringat, serta mengikatnya dengan rapi agar tidak mudah lepas saat berdesakan. Membawa kain cadangan dan menjaga kebersihan badan membantu menjaga kekhusyukan. Bagi pria, melatih cara memakai dan melepas idhtiba sebelum berangkat membuat gerakan lebih luwes saat tawaf. Persiapan kecil ini membuat ibadah terasa lebih tenang.

Penyelenggara yang menyediakan pembimbing untuk mengajarkan cara memakai dan merawat ihram menjadi salah satu kriteria yang banyak dipertimbangkan calon jamaah, terutama bagi yang baru pertama kali berumroh.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bolehkah mengganti kain ihram jika kotor?

Boleh. Mengganti kain ihram dengan kain baru yang bersih tidak membatalkan ihram, asalkan tetap memenuhi ketentuan.

Apakah boleh memakai ikat pinggang saat ihram?

Boleh, selama ikat pinggang tidak berjahit menyerupai pakaian. Ikat pinggang membantu merapikan kain dan menahan barang penting.

Apakah kain ihram harus berwarna putih?

Putih hanya sunnah dan paling dianjurkan bagi pria. Yang wajib adalah kainnya tidak berjahit membentuk tubuh.

Dengan mengenakan dan merawat pakaian ihram secara benar, Bapak/Ibu dapat menjalani seluruh rangkaian umroh dengan rapi, nyaman, dan khusyuk.

Referensi

  • iNews, Niat dan Tata Cara Haji serta Umrah. https://www.inews.id/lifestyle/muslim/niat-haji-dan-umroh-arab-latin-arti-dan-tata-cara-lengkap
  • Pimpinan Pusat Aisyiyah, Larangan Ihram dan Hikmahnya. https://aisyiyah.or.id/jelang-puncak-haji-ketahui-larangan-ihram-dan-hikmahnya/
  • Islami.co, Larangan Ihram Khusus Laki-laki dan Perempuan. https://islami.co/larangan-ihram-khusus-laki-laki-perempuan/
Panduan Urutan Ibadah Umroh agar Tidak Keliru di Lapangan