Bulan Muharram disebut awal yang penuh makna karena menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah sekaligus salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah. Pada bulan ini terdapat keutamaan khusus, termasuk puasa Asyura yang menghapus dosa setahun, menjadikannya momentum yang baik untuk memulai tahun dengan ketaatan.
Mengapa Muharram menjadi bulan yang istimewa?
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Selain itu, Muharram menjadi awal tahun Hijriah, sehingga memiliki makna sebagai permulaan yang baik. Rasulullah bahkan menyebut Muharram sebagai bulan Allah, menunjukkan kemuliaan dan kedudukannya yang istimewa.
Apa keutamaan puasa di bulan Muharram?
Rasulullah menyebutkan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram. Di antara puasa yang sangat dianjurkan adalah puasa Asyura pada tanggal sepuluh Muharram, yang menghapus dosa setahun yang telah lalu. Dianjurkan pula puasa pada tanggal sembilan untuk membedakan dari kebiasaan umat sebelumnya.
Keutamaan puasa Muharram menjadikan bulan ini kesempatan besar untuk meraih ampunan di awal tahun. Memulai tahun dengan amal saleh seperti puasa menumbuhkan semangat ketaatan. Selain puasa, memperbanyak zikir, sedekah, dan kebaikan lainnya juga sangat dianjurkan pada bulan mulia ini.
Bagaimana memaknai awal tahun Hijriah dengan baik?
Maknai awal tahun Hijriah dengan muhasabah atau introspeksi diri, memperbaiki niat, dan menetapkan tekad untuk lebih baik dalam beribadah. Jadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan menjauhi keburukan. Dengan memulai tahun melalui ketaatan, seorang muslim membangun pondasi kebaikan untuk bulan-bulan berikutnya.
Pada akhirnya, Muharram menjadi momentum yang baik untuk memulai tahun dengan ketaatan dan introspeksi diri. Dengan memperbanyak puasa, terutama Asyura, serta memperbarui niat, seorang muslim membangun pondasi kebaikan yang akan menyertainya sepanjang tahun yang baru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah puasa Asyura wajib dilakukan?
Puasa Asyura hukumnya sunnah, bukan wajib, namun sangat dianjurkan karena keutamaannya menghapus dosa setahun yang lalu. Dianjurkan pula berpuasa pada tanggal sembilan Muharram bersama tanggal sepuluh. Meski tidak wajib, melewatkan keutamaan besar ini tentu sangat disayangkan.
Apakah ada amalan khusus untuk menyambut tahun baru Hijriah?
Tidak ada ritual khusus yang ditetapkan untuk menyambut tahun baru Hijriah. Yang dianjurkan adalah memperbanyak amal saleh, muhasabah diri, dan memperbaiki niat. Sebagian umat memanfaatkannya untuk introspeksi, namun tanpa menjadikannya ibadah khusus yang tidak berdasar.
Referensi
- HR Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah (puasa paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram).
- HR Muslim no. 1162, dari Abu Qatadah (puasa hari Asyura menghapus dosa setahun yang telah lalu).
- Al-Qur'an, Surah At-Taubah ayat 36 (jumlah bulan ada dua belas, empat di antaranya bulan haram).