Apa Saja Larangan selama Ihram dan Konsekuensinya

Memahami larangan ihram tidak cukup hanya dengan menghafal daftarnya. Yang lebih penting adalah mengetahui tingkat konsekuensi masing-masing, agar Bapak/Ibu tidak panik berlebihan namun tetap berhati-hati. Mari kelompokkan berdasarkan akibatnya.

Larangan apa yang membatalkan umroh?

Kelompok paling berat adalah berhubungan suami istri atau jima yang dilakukan dengan sengaja sebelum tahallul. Pelanggaran ini membatalkan umroh, mewajibkan dam besar berupa unta atau sapi, dan jamaah tetap harus menyempurnakan ibadah yang rusak lalu menggantinya di lain waktu. Inilah satu-satunya pelanggaran ihram yang membatalkan umroh secara langsung.

Larangan apa yang mewajibkan dam?

Kelompok kedua adalah pelanggaran yang tidak membatalkan umroh tetapi mewajibkan dam atau fidyah. Termasuk di dalamnya memakai wewangian, mencukur atau mencabut rambut, memotong kuku, mengenakan pakaian berjahit bagi laki-laki, menutup kepala bagi laki-laki, serta berburu binatang darat. Untuk sebagian pelanggaran ini, jamaah boleh memilih membayar fidyah berupa menyembelih kambing, memberi makan enam orang miskin, atau berpuasa tiga hari.

Larangan apa yang hanya mengurangi pahala?

Kelompok ketiga adalah perbuatan yang tidak dikenai denda tetapi mengurangi nilai dan kekhusyukan ibadah. Termasuk di dalamnya bertengkar, berkata kotor, berbuat fasik, dan bersikap kasar kepada sesama jamaah. Allah menyebut dalam QS Al-Baqarah ayat 197 agar tidak ada rafats, fusuq, dan jidal selama ihram. Meski tidak berdenda, menjaga adab termasuk inti dari ibadah ini.

Bagaimana hukum pelanggaran karena lupa?

Para ulama umumnya meringankan pelanggaran yang terjadi karena lupa, tidak tahu, atau terpaksa. Misalnya seseorang yang tanpa sadar memakai sabun beraroma. Meski demikian, sikap hati-hati tetap dianjurkan, dan bila ragu, jamaah sebaiknya bertanya kepada pembimbing untuk memperoleh kepastian.

Agar jamaah terhindar dari pelanggaran tak sengaja, pembimbing Umroh Ramadhan Series Alburaq aktif mengingatkan larangan ihram sejak sebelum niat dan selama masa ihram, sehingga ibadah tetap terjaga kesempurnaannya dan jamaah merasa lebih tenang.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua pelanggaran ihram membatalkan umroh?

Tidak. Hanya jima sebelum tahallul yang membatalkan. Pelanggaran lain umumnya hanya mewajibkan dam atau mengurangi pahala.

Apakah bertengkar saat ihram kena denda?

Tidak dikenai denda, tetapi sangat mengurangi pahala. Menjaga lisan dan emosi termasuk adab penting selama ihram.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran al-Karim, QS Al-Baqarah: 197.
  • Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
  • Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.
Panduan Urutan Ibadah Umroh agar Tidak Keliru di Lapangan