Keutamaan Umroh sebagai Bentuk Syukur kepada Allah

Keutamaan umroh sangat besar. Ia menghapus dosa di antara dua umroh, menjadikan pelakunya tamu Allah, serta menghilangkan kefakiran. Lebih dari itu, menunaikan umroh adalah bentuk syukur yang nyata atas nikmat harta, kesehatan, dan waktu luang. Tidak semua orang yang mampu secara materi dimudahkan hatinya untuk berangkat ke Baitullah, sehingga kesempatan berumroh sendiri sudah merupakan karunia yang patut disyukuri dengan ibadah yang sungguh-sungguh dan penuh penghayatan.

Apa saja keutamaan umroh menurut dalil?

Rasulullah bersabda bahwa umroh ke umroh berikutnya menghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga (HR Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). Dalam riwayat lain, beliau menganjurkan mengiringi haji dengan umroh karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana api membersihkan karat pada besi, emas, dan perak (HR Tirmidzi no. 810 dan An-Nasa'i no. 2631). Bahkan Rasulullah pernah menyebut umroh sebagai jihad bagi kaum perempuan dan orang yang lemah, yaitu jihad tanpa peperangan. Kumpulan dalil ini menunjukkan bahwa umroh adalah ibadah berpahala besar yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak.

Mengapa umroh disebut bentuk syukur?

Kemampuan berangkat umroh adalah gabungan dari banyak nikmat sekaligus: harta yang cukup, badan yang sehat, waktu yang luang, dan hati yang tergerak. Bisa jadi seseorang memiliki uang tetapi sakit, atau sehat tetapi sibuk, atau punya waktu tetapi hatinya belum terpanggil. Ketika keempatnya berkumpul, itulah momentum yang layak disyukuri. Dalam Islam, syukur tidak cukup diucapkan di lisan, tetapi dibuktikan dengan amal. Menggunakan rezeki untuk beribadah ke Tanah Suci, bukan semata untuk kesenangan dunia, adalah salah satu wujud syukur terbaik yang sekaligus mendatangkan pahala besar dan ketenangan hati.

Siapa yang dianjurkan memperbanyak umroh?

Setiap Muslim yang mampu dianjurkan menunaikan dan memperbanyak umroh selama tidak menelantarkan kewajiban lain, seperti nafkah keluarga dan pelunasan utang. Anjuran ini terasa makin relevan di Indonesia. Bagi yang masih menunggu giliran haji reguler, yang masa tunggunya kini diseragamkan sekitar 26,4 tahun, umroh menjadi sarana untuk tetap menyambung hubungan dengan Baitullah sambil menanti panggilan haji. Banyak jemaah lanjut usia memilih umroh karena tidak yakin sempat menunggu antrean haji yang panjang. Dengan niat syukur dan tobat, umroh mereka menjadi bekal ibadah yang sangat berharga di usia senja.

Pilihan untuk mewujudkan niat umroh

Sebagai wujud syukur, banyak keluarga memilih menunaikan umroh bersama di waktu yang istimewa. Paket Umroh Ramadhan Series Alburaq menghadirkan pengalaman umroh tangan pertama dengan menginap di Hotel Owais, sekitar 150 meter dari Masjidil Haram. Kedekatan lokasi ini memudahkan jemaah lintas usia, termasuk orang tua, untuk beribadah dengan nyaman. Dengan kuota yang terbatas, rasa syukur itu pun dirayakan dalam suasana ibadah yang khusyuk bersama orang-orang tercinta.

Pertanyaan yang sering diajukan (FAQ)

Apakah pahala umroh bisa dihadiahkan untuk orang tua yang telah wafat?

Mayoritas ulama membolehkan umroh badal untuk orang tua yang telah meninggal atau yang tidak mampu secara fisik, dengan syarat pelakunya sudah pernah berumroh untuk dirinya sendiri terlebih dahulu.

Berapa kali sebaiknya umroh dilakukan?

Tidak ada batas tertentu. Selama mampu dan tidak mengabaikan kewajiban lain, memperbanyak umroh termasuk amalan yang dianjurkan dan menjadi salah satu bentuk syukur.

Apakah umroh bisa menjadi sarana mendoakan keluarga?

Bisa. Tanah Suci termasuk tempat yang mustajab untuk berdoa, dan jemaah dianjurkan memperbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, serta kaum Muslimin.

Referensi

  1. HR Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349.
  2. HR Tirmidzi no. 810 dan An-Nasa'i no. 2631.
  3. Muslim.or.id, "Keutamaan dan Pahala Melimpah dalam Ibadah Umrah."
  4. detikNews, "5 Keutamaan Umroh Beserta Surat dan Haditsnya."
Mengapa Legalitas dan Transparansi Menjadi Prinsip Alburaq