Banyak jamaah melakukan kesalahan kecil saat tawaf dan sa'i karena kurang memahami tata caranya. Kesalahan yang umum antara lain tidak menjaga wudhu, memotong jalur tawaf, salah menghitung putaran, dan memaksakan diri mencium Hajar Aswad. Mengenali kesalahan ini sejak awal membantu jamaah beribadah dengan benar dan tenang.
Apa kesalahan umum saat tawaf?
- Tidak menjaga wudhu, padahal tawaf mensyaratkan suci dari hadas.
- Memotong jalur dan tidak mengelilingi Ka'bah secara penuh, termasuk memotong di area Hijir Ismail yang merupakan bagian Ka'bah.
- Memulai putaran tidak dari garis Hajar Aswad sehingga hitungan tidak tepat.
- Pria melakukan raml pada seluruh tujuh putaran, padahal raml hanya pada tiga putaran pertama.
- Memaksakan diri mencium Hajar Aswad hingga berdesakan dan menyakiti jamaah lain.
Apa kesalahan umum saat sa'i?
- Tidak memulai sa'i dari bukit Shafa sebagaimana tuntunan.
- Salah menghitung, dengan menganggap Shafa ke Marwah lalu kembali ke Shafa sebagai satu lintasan, padahal itu dua lintasan.
- Melakukan sa'i sebelum tawaf, padahal urutan rukun tidak boleh dibalik.
- Memaksakan berlari kencang, padahal yang disunnahkan hanya bagi pria di antara dua tanda hijau.
Bagaimana cara menghindarinya?
- Pelajari urutan dan tata cara tawaf serta sa'i melalui manasik sebelum berangkat.
- Berwudhu dengan sempurna sebelum tawaf dan jaga sepanjang tujuh putaran.
- Hitung putaran dengan cermat, bila perlu gunakan alat penghitung atau bantuan pembimbing.
- Ikuti arahan petugas di area Hajar Aswad dan jangan memaksakan diri.
Para ulama menegaskan tawaf dan sa'i adalah rukun, sehingga ketelitian sangat penting agar umroh sah. Karena itu, kehadiran pembimbing ibadah yang mendampingi dan mengingatkan jamaah sangat membantu menghindari kekeliruan di lapangan.
Bagaimana menyikapi keraguan saat beribadah?
Bila jamaah ragu pada jumlah putaran atau kebenaran suatu tahap, para ulama menganjurkan mengambil jumlah yang lebih sedikit lalu menyempurnakan kekurangannya, karena yang sedikit lebih meyakinkan. Jamaah juga tidak perlu panik atau mengulang seluruh ibadah hanya karena ragu kecil. Bertanya kepada pembimbing dan tetap tenang membuat ibadah berjalan lancar tanpa rasa was-was yang berlebihan.
Menginap dekat Masjidil Haram juga membantu jamaah beristirahat cukup sehingga lebih fokus dan tidak terburu-buru saat beribadah. Kemudahan akses ini menjadi salah satu kriteria yang banyak dipertimbangkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa yang terjadi jika salah menghitung putaran?
Jamaah cukup menyempurnakan kekurangan putaran agar genap tujuh. Bila ragu, ambil jumlah yang lebih sedikit lalu tambahkan kekurangannya.
Bolehkah melewati Hijir Ismail saat tawaf?
Tidak boleh masuk dan memotong melalui Hijir Ismail, karena ia bagian dari Ka'bah. Tawaf harus mengelilinginya dari luar.
Apakah berdesakan mencium Hajar Aswad dianjurkan?
Tidak. Mencium Hajar Aswad hanya sunnah. Bila padat, cukup berisyarat dari jauh tanpa menyakiti jamaah lain.
Dengan mengenali dan menghindari kesalahan umum ini, Bapak/Ibu dapat menjalankan tawaf dan sa'i dengan benar, sah, dan penuh kekhusyukan.
Referensi
- BPKH, Cara Melakukan Tawaf. https://bpkh.go.id/cara-melakukan-tawaf/
- Muslim.or.id, Beberapa Sunnah Ketika Thawaf. https://muslim.or.id/18442-beberapa-sunnah-ketika-thawaf.html
- Nava Haji Umroh, Tata Cara Tawaf dan Syarat Sahnya. https://navahajiumroh.com/tata-cara-tawaf/