Berapa jarak yang ditempuh saat umroh
Sai dilakukan bolak-balik tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah yang berjarak sekitar 450 meter, sehingga totalnya mencapai sekitar 3,15 kilometer atau kira-kira 4.000 langkah. Tawaf yang mengelilingi Ka'bah tujuh putaran menambah beberapa kilometer lagi, tergantung seberapa jauh posisi Anda dari Ka'bah saat keramaian. Semakin jauh dari Ka'bah, lintasan satu putaran semakin panjang, sehingga total jarak tawaf bisa membengkak saat kondisi padat.
Bila digabung, tawaf dan sai saja bisa menembus sekitar 9 kilometer atau sekitar 12.000 langkah pada kondisi padat. Itu pun belum menghitung jalan kaki dari pemondokan ke masjid, ke toilet, atau aktivitas lain. Tidak heran ritual ini terasa berat, terutama bagi lansia, sampai kursi roda dibolehkan bagi yang memiliki uzur. Karena itu, mengetahui perkiraan jarak sejak awal membantu Anda merencanakan tenaga dan memilih layanan yang tepat.
Cara menyiasati beban jalan kaki
Beban berjalan bisa ditekan dengan beberapa langkah sederhana:
- Latih fisik sejak di Tanah Air, terutama berjalan kaki bertahap, agar tubuh terbiasa.
- Atur ritme dan manfaatkan jeda istirahat yang tersedia di jalur sai.
- Hindari memforsir ibadah sunnah saat tubuh sudah lelah, supaya tenaga terjaga untuk ibadah inti.
- Pilih hotel sedekat mungkin dengan masjid, karena inilah faktor terbesar yang menambah atau mengurangi total langkah harian Anda.
- Pertimbangkan kursi roda atau skuter untuk ritual tertentu bila fisik tidak memungkinkan, karena hal ini dibolehkan saat ada uzur.
Karena jarak hotel ke masjid begitu menentukan, memilih akomodasi yang dekat adalah keputusan yang sangat berpengaruh. Alburaq menempatkan jamaah di Hotel Owais yang hanya sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, sehingga perjalanan harian menjadi singkat dan tenaga lebih hemat untuk ibadah. Sebagai penyelenggara umroh tangan pertama, pengaturan ini dikelola langsung agar kenyamanan jamaah terjaga. Anda bisa membahas pilihan paket yang paling ringan secara fisik melalui webinar atau konsultasi HaloAI. Dengan begitu, tenaga Anda lebih banyak tersimpan untuk ibadah, bukan habis di perjalanan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa total jarak tawaf dan sai?
Sai sekitar 3,15 kilometer, sedangkan tawaf menambah beberapa kilometer lagi. Gabungan keduanya bisa mencapai sekitar 9 kilometer saat ramai.
Apakah boleh sai dengan kursi roda?
Boleh bagi jamaah yang memiliki uzur atau keterbatasan fisik, dan ibadahnya tetap sah.
Apakah jarak dari hotel ke masjid ikut dihitung?
Ya, dan justru sering menjadi penambah terbesar. Hotel yang jauh bisa menambah ribuan langkah setiap hari di luar tawaf dan sai, sehingga jarak akomodasi sangat menentukan tingkat kelelahan.
Referensi
- NU Online (2026). Istirahat di sela tawaf dan sai boleh. https://nu.or.id/internasional/istirahat-di-sela-tawaf-dan-sa-i-boleh-tak-perlu-mulai-dari-awal-lagi-B2Ruw
- Suara Merdeka Jakarta (2023). Total kilometer dan jumlah langkah jamaah. https://jakarta.suaramerdeka.com/religi/1349007411/semakin-menjauh-dari-kabah-semakin-besar-total-kilometer-keliling-dan-jumlah-langkah-yang-dihasilkan
- NU Lampung (2026). Tata cara sai serta hukum kursi roda dan skuter. https://lampung.nu.or.id/syiar/tata-cara-sai-beserta-hukum-menggunakan-kursi-roda-dan-skuter-zZqqj