Kelengkapan dokumen adalah fondasi keberangkatan umroh yang lancar. Tanpa satu dokumen penting saja, perjalanan bisa tertunda. Karena aturan dapat berubah, memahami dokumen yang diperlukan sejak awal membantu Bapak/Ibu mempersiapkannya dengan tenang dan tepat waktu.
Apa dokumen utama yang wajib dimiliki?
Dokumen utama yang wajib dimiliki adalah paspor yang masih berlaku minimal enam bulan dari tanggal keberangkatan, dan visa umroh yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi. Tanpa kedua dokumen ini, jamaah tidak dapat berangkat. Visa umroh saat ini hanya dapat diurus melalui travel berizin atau penyelenggara resmi, bukan diajukan secara individu sembarangan.
Apa dokumen kesehatan yang diperlukan?
Dokumen kesehatan utama adalah sertifikat vaksinasi meningitis, yang dahulu berupa buku kuning fisik atau ICV, dan kini bertransisi ke bentuk digital e-ICV. Sejak Februari 2025, otoritas Saudi menerima e-ICV sebagai bukti vaksinasi yang sah. Selain meningitis, vaksin polio juga diwajibkan bagi jamaah dari Indonesia sejak awal 2025. Sertifikat ini menjadi syarat penerbitan visa.
Apa berkas pendukung yang perlu disiapkan?
Untuk proses administrasi, jamaah biasanya perlu menyiapkan fotokopi KTP, kartu keluarga, dan buku nikah bagi yang sudah menikah, serta akta lahir bila bepergian bersama anak. Pasfoto terbaru dengan latar belakang putih juga diperlukan. Berkas-berkas ini umumnya diminta oleh travel untuk pengajuan visa dan pendataan jamaah ke sistem resmi.
Apa dokumen perjalanan lain yang dibutuhkan?
Selain dokumen di atas, diperlukan tiket penerbangan pulang-pergi dan bukti pemesanan akomodasi di Makkah dan Madinah. Bagi jamaah yang berangkat melalui travel, dokumen ini umumnya sudah diurus oleh penyelenggara sebagai bagian dari paket. Pastikan data nama dan tanggal lahir di semua dokumen sama persis untuk menghindari penolakan sistem visa.
Bagaimana ringkasan daftar dokumennya?
Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, penyelenggara membantu jamaah memastikan kelengkapan seluruh dokumen sejak awal pendaftaran, mulai dari pengurusan visa hingga pengecekan berkas. Dengan begitu, jamaah dapat fokus mempersiapkan diri tanpa khawatir kekurangan dokumen menjelang keberangkatan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah visa umroh bisa diurus sendiri?
Saat ini visa umroh umumnya diurus melalui travel berizin, bukan diajukan individu. Prosesnya melalui sistem resmi Saudi seperti Nusuk.
Apakah sertifikat vaksin masih berupa buku kuning?
Sejak Februari 2025, Saudi menerima e-ICV digital, meski sebagian fasilitas masih menerbitkan ICV fisik. Keduanya menjadi bukti vaksinasi sah.
Daftar Pustaka
- Kementerian Agama RI, regulasi penyelenggaraan umrah dan dokumen jamaah.
- Kementerian Kesehatan RI, ketentuan sertifikat ICV dan e-ICV.
- Rawdaumroh.com, Syarat Terbaru Pengajuan Visa Umroh 2026.
- Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, ketentuan visa umrah.