Sepekan terakhir sebelum keberangkatan adalah masa yang menentukan. Banyak hal kecil yang bila terlewat dapat mengganggu kelancaran perjalanan. Menyusun daftar persiapan akhir membuat Bapak/Ibu berangkat dengan tenang, tanpa rasa khawatir ada yang tertinggal.
Apa yang perlu diperiksa terkait dokumen?
Pastikan paspor, visa, kartu vaksinasi, tiket, dan dokumen dari penyelenggara sudah lengkap dan masih berlaku. Periksa kembali nama dan data agar tidak ada kesalahan. Siapkan fotokopi dan salinan digital. Letakkan semua dokumen di satu tempat yang mudah dijangkau, yaitu tas kabin, agar tidak panik mencari saat hari keberangkatan tiba.
Bagaimana menyelesaikan urusan koper?
Selesaikan packing koper beberapa hari sebelum berangkat, jangan menunda hingga malam terakhir. Timbang koper untuk memastikan tidak melebihi jatah bagasi, dan sisakan ruang untuk oleh-oleh. Periksa kembali daftar perlengkapan agar tidak ada yang tertinggal, terutama obat rutin, kain ihram, dan perlengkapan ibadah. Beri label nama pada koper sebagai langkah akhir.
Apa persiapan kesehatan menjelang berangkat?
Pastikan kondisi tubuh fit dengan istirahat cukup di sepekan terakhir, hindari aktivitas berlebihan yang dapat menyebabkan kelelahan atau sakit. Siapkan obat rutin dalam jumlah cukup beserta resep. Bila perlu, lakukan pemeriksaan kesehatan akhir, terutama bagi jamaah lansia. Jaga pola makan dan hidrasi agar tubuh dalam kondisi terbaik saat berangkat.
Bagaimana ringkasan checklist akhirnya?
| Aspek | Yang Dilakukan | Waktu |
|---|---|---|
| Dokumen | Periksa dan salin semua | H-7 sampai H-3 |
| Koper | Packing dan timbang | H-3 sampai H-2 |
| Kesehatan | Siapkan obat, istirahat | Sepanjang pekan |
| Rohani | Mohon maaf, perbanyak doa | Menjelang berangkat |
Apa persiapan rohani yang dianjurkan?
Selain persiapan teknis, siapkan hati menjelang keberangkatan. Mintalah maaf kepada keluarga dan orang terdekat, lunasi kewajiban yang tertunda, dan titipkan amanah kepada yang dipercaya. Perbanyak doa memohon kelancaran dan diterimanya ibadah. Luruskan kembali niat semata karena Allah. Persiapan rohani ini membuat jamaah berangkat dengan hati lapang dan tenang.
Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, penyelenggara membantu memastikan kesiapan jamaah pada hari-hari terakhir melalui pengecekan dan pembekalan. Pembimbing juga mengingatkan persiapan rohani, sehingga jamaah berangkat dengan kesiapan lahir dan batin yang utuh.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan sebaiknya koper selesai dipacking?
Beberapa hari sebelum berangkat, bukan malam terakhir, agar ada waktu memeriksa kelengkapan dan menimbang berat koper dengan tenang.
Apa persiapan rohani yang paling penting?
Meluruskan niat, memohon maaf kepada keluarga, dan memperbanyak doa, agar hati lapang dan ibadah lebih khusyuk.
Daftar Pustaka
Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Kementerian Kesehatan RI, Panduan Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah.
Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, hadis tentang niat dan adab perjalanan.
Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.