Iklim Arab Saudi sangat berbeda dari Indonesia. Saat musim panas, suhu di Makkah dan sekitarnya bisa mencapai 42 hingga 47 derajat Celsius dengan kelembapan yang rendah. Petugas kesehatan haji menyebut dua gangguan yang paling sering muncul di Tanah Suci adalah dehidrasi dan heatstroke, terutama saat aktivitas ibadah banyak dilakukan di luar ruangan.
Bahaya udara kering adalah penguapan berlangsung cepat sehingga jamaah sering tidak merasa haus meski tubuh kehilangan banyak cairan. Akibatnya, dehidrasi bisa datang tanpa disadari. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berlanjut menjadi heatstroke, yaitu saat suhu tubuh melonjak melewati batas aman dan tubuh gagal mendinginkan diri. Risikonya lebih besar bagi lansia dan jamaah dengan penyakit penyerta.
Cara mencegah dehidrasi dan dampak panas
Beberapa langkah sederhana sangat membantu menjaga tubuh tetap aman:
- Minum air secara terjadwal, sekitar 200 mililiter setiap jam dengan cara satu hingga dua teguk berkala, jangan menunggu haus.
- Batasi aktivitas di luar ruangan pada jam paling terik, yaitu sekitar pukul 11 siang hingga 4 sore.
- Manfaatkan ruang ber-AC seperti hotel atau bagian dalam masjid untuk berteduh saat puncak panas.
- Gunakan payung, masker, dan kacamata hitam saat berada di luar, serta semprotkan air ke wajah secara berkala.
- Atur agar ibadah di luar ruangan banyak dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti pagi hari dan malam.
Salah satu cara paling efektif mengurangi paparan panas adalah memperpendek waktu di luar ruangan, dan ini sangat dipengaruhi jarak hotel ke masjid. Alburaq menempatkan jamaah di Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, sehingga perjalanan menuju masjid singkat dan jamaah lebih mudah berteduh. Bagi yang ingin cuaca lebih bersahabat, Umroh Ramadhan Series Alburaq pada musim 2027 jatuh di periode yang sejuk. Anda bisa berkonsultasi melalui HaloAI atau mengikuti webinar Alburaq.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa suhu di Makkah saat musim panas?
Pada musim panas suhu bisa mencapai sekitar 42 hingga 47 derajat Celsius dengan udara yang kering, jauh lebih ekstrem dibanding Indonesia.
Kenapa saya tidak merasa haus padahal cuaca panas?
Karena udara gurun sangat kering, penguapan keringat berlangsung cepat sehingga rasa haus tidak terasa. Itulah mengapa Anda perlu minum terjadwal, bukan menunggu haus.
Apakah cuaca panas berbahaya bagi lansia?
Ya, lansia dan penderita penyakit kronis lebih rentan dehidrasi dan heatstroke, sehingga perlu pendampingan, hidrasi cukup, dan menghindari paparan di jam terik.
Referensi
- Himpuh / ANTARA (2026). Risiko dehidrasi dan heat stroke saat suhu Saudi capai 45 derajat. https://himpuh.or.id/blog/detail/4305/cuaca-saudi-capai-45-derajat-ini-cara-aman-jamaah-haji-beraktivitas-di-luar-ruangan
- Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Cuaca panas di Arab Saudi, yang harus diperhatikan jemaah haji. https://dinkes.acehprov.go.id/detailpost/cuaca-panas-di-arab-saudi-ini-yang-harus-diperhatikan-jemaah-haji
- Indonesia Baik, Kementerian Kesehatan RI. Tabel siaga hadapi cuaca saat haji. https://indonesiabaik.id/infografis/tabel-siaga-hadapi-cuaca-saat-haji