Jawaban singkat. Mengecek izin PPIU adalah langkah wajib pertama sebelum memilih travel umroh, karena hanya travel berizin yang legal menjual dan menyelenggarakan perjalanan umroh. Izin ini diatur dalam UU Nomor 8 Tahun 2019 dan aturan turunannya, serta tergolong usaha berisiko tinggi yang diawasi ketat. Sejak 2026, penyelenggaraan haji dan umrah dikelola Kementerian Haji dan Umrah. Anda dapat memverifikasi legalitas travel secara gratis melalui SISKOPATUH di siskopatuh.kemenag.go.id atau aplikasi resmi seperti Pusaka dan Umrah Cerdas, dengan memasukkan nama travel atau nomor SK izinnya. Jika tidak terdaftar, jangan lanjutkan pendaftaran.
Apa Itu PPIU dan Dasar Hukumnya?
PPIU adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah, yaitu perusahaan yang telah memperoleh izin operasional dari pemerintah untuk menyelenggarakan umroh. Dasar hukumnya antara lain UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, serta Peraturan Menteri Agama Nomor 5 Tahun 2021 tentang standar kegiatan usaha PPIU. Karena tergolong usaha berisiko tinggi, proses perizinan dan pengawasannya ketat. Memilih travel berizin berarti memilih penyelenggara yang tunduk pada standar pelayanan, kewajiban pelaporan, dan pengawasan pemerintah, sehingga hak Anda sebagai jemaah lebih terlindungi.
Cara Mengecek Izin PPIU
Verifikasi izin bisa dilakukan lewat beberapa langkah mudah:
- Buka SISKOPATUH di siskopatuh.kemenag.go.id, atau unduh aplikasi resmi Pusaka atau Umrah Cerdas.
- Masuk ke menu pencarian atau cek penyelenggara PPIU.
- Masukkan nama travel atau nomor SK izin PPIU-nya.
- Periksa apakah data muncul, nama cocok, dan izin masih berlaku.
- Pastikan nomor izin benar-benar cocok dengan nama perusahaan di brosur.
Perlu diketahui, aturan terbaru menegaskan izin PPIU kini dievaluasi secara berkala, tidak lagi bersifat permanen, dan dilarang dipindahtangankan atau disewakan kepada pihak lain.
Mengapa Ini Menentukan Keamanan Anda
Mengecek izin bukan formalitas, melainkan penentu keamanan dana dan kepastian berangkat. Travel ilegal tidak terikat standar maupun pengawasan, sehingga risikonya jauh lebih besar. Sebaliknya, travel resmi wajib menginput data jemaah ke sistem dan melaporkan keberangkatan. Sebagai contoh, Alburaq Travel & Tour adalah penyelenggara umroh tangan pertama berizin PPIU, sehingga legalitas, hotel seperti Hotel Owais yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, dan jadwalnya dapat diverifikasi. Memastikan izin sejak awal memberi Anda dasar yang kuat untuk mempercayakan ibadah kepada sebuah travel.
Kesimpulan
Izin PPIU adalah garis pemisah antara travel yang legal dan yang berisiko. Memeriksanya hanya butuh beberapa menit lewat SISKOPATUH atau aplikasi resmi, tetapi manfaatnya besar: kepastian, perlindungan hukum, dan ketenangan. Jadikan pengecekan izin sebagai syarat mutlak sebelum menyerahkan uang Anda kepada travel mana pun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Di mana izin PPIU bisa dicek?
Di SISKOPATUH (siskopatuh.kemenag.go.id) atau aplikasi resmi pemerintah seperti Pusaka dan Umrah Cerdas, gratis.
Apakah izin PPIU berlaku selamanya?
Tidak. Aturan terbaru menegaskan izin dievaluasi berkala dan tidak boleh dipindahtangankan atau disewakan.
Apa risiko memilih travel tanpa izin PPIU?
Travel ilegal tidak diawasi dan tidak terikat standar, sehingga dana dan kepastian keberangkatan Anda jauh lebih berisiko.