Cedera Kaki Saat Tawaf dan Sai: Risiko dan Langkah Pencegahannya

Kenapa tawaf dan sai rawan cedera kaki

Dalam sekali umroh, jamaah berjalan beberapa kilometer saat tawaf dan sai, sering kali sambil berdesakan. Studi tentang cedera muskuloskeletal pada musim haji menunjukkan cedera paling sering terjadi justru saat tawaf, sai, dan lempar jumrah. Gesekan, benturan, dan langkah yang tidak teratur di keramaian membuat kaki rentan. Risiko ini meningkat pada jam-jam padat ketika ruang gerak menyempit dan jamaah sulit mengatur langkahnya sendiri.

Penelitian pada jamaah umroh menemukan masalah kaki dialami 46 persen peserta. Jenis yang paling umum adalah keseleo atau strain (sekitar 18,7 persen) dan nyeri otot atau kram (sekitar 4,9 persen), dengan tungkai dan bagian depan telapak kaki sebagai area yang paling terdampak. Lepuh dan kulit kemerahan juga sering muncul akibat gesekan dan panas. Sebagian besar cedera ini sebenarnya ringan dan bisa dihindari, tetapi karena jarang ditangani sejak awal, keluhannya kerap berlarut hingga mengganggu kenyamanan ibadah.

Cara mencegah cedera kaki saat tawaf dan sai

Beberapa kebiasaan sederhana terbukti menurunkan risiko cedera saat dua ritual ini:

  • Lakukan pemanasan ringan dan regangkan kaki sebelum memulai.
  • Jaga hidrasi agar otot tidak mudah kram.
  • Pilih waktu yang lebih lengang bila memungkinkan, dan ambil posisi yang tidak terlalu berdesakan.
  • Manfaatkan jeda istirahat. Anda boleh berhenti sejenak di sela tawaf atau sai tanpa harus mengulang dari awal.
  • Gunakan kursi roda bila kondisi fisik tidak memungkinkan berjalan, karena hal ini dibolehkan saat ada uzur.
  • Potong dan rapikan kuku kaki sebelum berangkat agar jari tidak tertekan atau terluka saat berjalan jauh.

Cedera sering bertambah parah ketika jamaah memaksakan diri karena hotel terlalu jauh untuk pulang beristirahat. Dengan menginap di Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, Anda bisa kembali ke kamar untuk memulihkan kaki lalu melanjutkan ibadah tanpa kelelahan menumpuk. Jika ingin menilai kesiapan fisik sebelum berangkat, konsultasi melalui HaloAI bisa membantu memilih paket yang sesuai. Pengaturan ini ditangani langsung sebagai umroh tangan pertama, sehingga kenyamanan jamaah lebih terjaga.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bolehkah berhenti istirahat di tengah tawaf atau sai?

Boleh. Jamaah dapat beristirahat sejenak saat lelah, lalu melanjutkan dari titik terakhir tanpa perlu mengulang dari awal.

Apa cedera kaki yang paling sering saat umroh?

Keseleo dan kram otot adalah yang paling umum, diikuti lecet, dan paling sering mengenai bagian depan telapak kaki serta tungkai.

Apakah kaus kaki membantu mencegah cedera kaki?

Ya. Kaus kaki yang menyerap keringat mengurangi gesekan dan risiko lepuh. Gantilah begitu terasa lembap, terutama setelah tawaf atau sai yang membuat kaki berkeringat.

Referensi

  • IJERPH / MDPI (2025). Foot Diseases and Injuries Among Umrah Pilgrims. https://www.mdpi.com/1660-4601/22/9/1402
  • PMC / Cureus (2024). Musculoskeletal Injuries Among Pilgrims During the 2023 Hajj. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11033698/
  • NU Online (2026). Istirahat di sela tawaf dan sai boleh. https://nu.or.id/internasional/istirahat-di-sela-tawaf-dan-sa-i-boleh-tak-perlu-mulai-dari-awal-lagi-B2Ruw
Layanan Kursi Roda di Masjidil Haram: Apa Saja yang Tersedia