Karena tawaf disamakan dengan salat dalam hal kesucian, menjaga wudhu menjadi perhatian penting selama umroh. Banyak jamaah cemas wudhunya batal di tengah keramaian. Dengan persiapan yang tepat, kekhawatiran ini bisa diatasi.
Mengapa wudhu penting dalam umroh?
Tawaf mensyaratkan suci dari hadas besar maupun kecil. Dasarnya adalah riwayat yang menyebut bahwa tawaf di Baitullah itu seperti salat, hanya saja Allah membolehkan berbicara di dalamnya. Karena itu, jamaah perlu berwudhu sebelum tawaf dan menjaganya hingga tujuh putaran selesai. Adapun sai, menurut sebagian besar ulama tidak mensyaratkan suci, meskipun melakukannya dalam keadaan berwudhu lebih utama.
Apa yang membatalkan wudhu saat tawaf?
Hal yang membatalkan wudhu saat tawaf sama dengan yang membatalkan wudhu pada umumnya, seperti keluar angin, buang air, atau tidur nyenyak. Dalam kepadatan tawaf, jamaah perlu lebih sadar menjaga diri. Bersentuhan tidak sengaja dengan jamaah lain di tengah keramaian menurut banyak ulama tidak otomatis membatalkan wudhu, sehingga jamaah tidak perlu was-was berlebihan.
Apa yang dilakukan bila wudhu batal di tengah tawaf?
Bila wudhu batal saat tawaf, jamaah keluar dari putaran, berwudhu kembali, lalu kembali ke tempat semula. Menurut sebagian ulama, ia melanjutkan dari putaran terakhir yang telah sah, sehingga tidak perlu mengulang dari awal. Sebagian ulama lain menganjurkan mengulang tawaf dari putaran pertama untuk kehati-hatian. Jamaah dapat mengikuti arahan pembimbing dalam hal ini.
Bagaimana tips praktis menjaga wudhu?
- Berwudhu dengan sempurna sebelum berangkat ke masjid, dan menyegerakan tawaf agar masa menjaga wudhu tidak terlalu lama.
- Memilih waktu tawaf yang lebih lengang, seperti larut malam atau menjelang subuh, agar lebih nyaman.
- Mengurangi minum berlebihan tepat sebelum tawaf, namun tetap menjaga tubuh agar tidak dehidrasi.
- Mengetahui lokasi tempat wudhu terdekat agar mudah memperbaharui bila diperlukan.
Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing ibadah membantu jamaah memilih waktu tawaf yang tepat dan memberi panduan bila wudhu batal. Penginapan di Hotel Owais yang sangat dekat dengan Masjidil Haram memudahkan jamaah memperbaharui wudhu dan kembali melanjutkan ibadah tanpa kehilangan banyak waktu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apakah sai harus dalam keadaan berwudhu?
Tidak wajib. Sai tetap sah tanpa wudhu menurut sebagian besar ulama, meski berwudhu lebih utama dan dianjurkan.
Apakah bersentuhan dengan lawan jenis saat tawaf membatalkan wudhu?
Menurut banyak ulama, sentuhan tidak sengaja di tengah keramaian tidak membatalkan wudhu, sehingga tidak perlu cemas.
Daftar Pustaka
- Imam at-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, riwayat tawaf seperti salat.
- Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
- Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
- Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.