Cara Menjaga Silaturahmi Antar Anggota Keluarga

Menjaga silaturahmi antaranggota keluarga dilakukan dengan memelihara komunikasi, saling mengunjungi, peduli terhadap keadaan satu sama lain, dan memaafkan kesalahan. Silaturahmi memiliki keutamaan besar dalam Islam, termasuk dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur, sehingga merawatnya menjadi bagian penting dari kehidupan keluarga.

Apa keutamaan menjaga silaturahmi?

Silaturahmi memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah menyebutkan bahwa siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi. Menyambung tali kekeluargaan juga merupakan perintah Allah dan menjadi tanda keimanan. Keutamaan ini menjadikan silaturahmi sebagai amal yang sangat dianjurkan untuk dijaga.

Bagaimana cara menjaga silaturahmi dalam keluarga?

Cara menjaganya meliputi memelihara komunikasi secara rutin, saling mengunjungi, dan menanyakan kabar antaranggota keluarga. Allah memerintahkan berbuat baik dan memberi kepada kerabat, yang menjadi wujud nyata silaturahmi. Memanfaatkan momen kebersamaan, seperti hari besar atau acara keluarga, juga membantu mempererat hubungan kekeluargaan.

Selain komunikasi dan kunjungan, silaturahmi dijaga dengan saling memaafkan dan tidak memutus hubungan karena perselisihan. Memendam dendam justru merusak tali kekeluargaan. Sikap lapang dada, saling membantu, dan mendoakan kebaikan antaranggota keluarga menjadi penopang silaturahmi yang langgeng dan penuh keberkahan.

Bagaimana menyambung silaturahmi yang sempat terputus?

Menyambung silaturahmi yang terputus dilakukan dengan memulai langkah perdamaian, meski harus mengalah terlebih dahulu. Hubungi anggota keluarga yang renggang, sampaikan niat baik, dan maafkan kesalahan masa lalu. Dalam Islam, menyambung kembali hubungan yang terputus memiliki keutamaan tersendiri, sehingga usaha ini sangat dianjurkan demi keutuhan keluarga.

Pada akhirnya, silaturahmi adalah ikatan yang membawa keberkahan rezeki, umur, dan kebahagiaan. Dengan menjaga komunikasi, saling mengunjungi, dan memaafkan, sebuah keluarga merawat tali kekeluargaan yang sangat dimuliakan dalam Islam, sekaligus menjauhkan diri dari keburukan memutus hubungan kerabat.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa hukum memutus silaturahmi dalam Islam?

Memutus silaturahmi termasuk perbuatan yang sangat dilarang dan dicela dalam Islam. Sebaliknya, menyambung silaturahmi sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar. Karena itu, perselisihan dalam keluarga sebaiknya diselesaikan dengan baik tanpa sampai memutus tali kekeluargaan.

Bagaimana jika pihak lain enggan menyambung silaturahmi?

Tetaplah berusaha menyambung dengan niat baik, meski pihak lain enggan. Rasulullah memuji orang yang tetap menyambung silaturahmi meski dijauhi. Lakukan bagian terbaik dari diri sendiri, sampaikan kebaikan, dan iringi dengan doa. Pahala silaturahmi tetap diraih atas usaha yang tulus tersebut.

Referensi

  • HR Bukhari no. 5986 dan Muslim no. 2557, dari Anas (siapa ingin dilapangkan rezeki dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menyambung silaturahmi).
  • Al-Qur'an, Surah An-Nahl ayat 90 (perintah berbuat adil, ihsan, dan memberi kepada kerabat).
  • Al-Qur'an, Surah At-Tahrim ayat 6 (perintah menjaga diri dan keluarga dari api neraka).
Mengapa Kenangan Ibadah Bersama Keluarga Tak Ternilai