Tanah Suci dipadati jutaan jamaah, sehingga risiko kehilangan barang meningkat, baik karena tertinggal maupun terselip di keramaian. Menjaga barang bawaan dengan cermat membuat Bapak/Ibu beribadah dengan tenang tanpa khawatir kehilangan benda penting.
Mengapa risiko kehilangan barang tinggi?
Di area seperti Masjidil Haram, kepadatan jamaah sangat tinggi, terutama saat waktu salat dan musim ramai. Dalam kondisi berdesakan, barang mudah terjatuh, tertinggal, atau terselip tanpa disadari. Sandal, ponsel, dan dompet adalah barang yang paling sering hilang. Menyadari risiko ini membuat jamaah lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaannya.
Tas seperti apa yang aman digunakan?
Gunakan tas yang menempel erat di tubuh, seperti tas selempang yang diposisikan di depan, atau ikat pinggang dengan kantong tersembunyi untuk dokumen dan uang. Hindari tas punggung yang sulit diawasi di keramaian, serta tas yang mudah dibuka tanpa disadari. Tas dengan resleting yang aman dan berbahan kuat memberi perlindungan lebih bagi barang berharga.
Bagaimana menyimpan barang berharga?
Simpan dokumen penting, uang, dan ponsel di tempat yang sulit dijangkau orang lain, seperti kantong dalam yang tersembunyi. Jangan menyimpan semua uang di satu tempat, bagi ke beberapa lokasi. Hindari memamerkan perhiasan atau uang dalam jumlah besar di tempat umum. Bawa hanya uang secukupnya untuk kebutuhan harian, dan simpan sisanya di tempat aman di penginapan.
Bagaimana bersikap waspada di keramaian?
- Tetap waspada terhadap sekitar, terutama di area padat seperti dekat Kabah dan pintu masuk masjid.
- Pegang erat tas dan barang berharga saat berdesakan, dan jangan lengah.
- Bawa barang secukupnya, tinggalkan yang tidak perlu di penginapan.
- Tandai barang dengan ciri khas agar mudah dikenali bila tertukar.
Apa yang dilakukan bila barang hilang?
Bila barang hilang, segera laporkan kepada pembimbing atau petugas penyelenggara. Untuk dokumen penting seperti paspor, laporkan pula kepada pihak berwenang dan urus penggantian. Inilah pentingnya menyiapkan salinan dokumen sebagai cadangan. Tetap tenang dan tidak panik, lalu ikuti prosedur yang ada. Mencegah dengan kewaspadaan tetap jauh lebih baik daripada mengurus kehilangan.
Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing mengingatkan jamaah menjaga barang bawaan di keramaian dan membantu bila terjadi kehilangan. Penginapan di Hotel Owais yang dekat Masjidil Haram juga memudahkan jamaah hanya membawa barang seperlunya ke masjid dan menyimpan sisanya di kamar dengan aman.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Barang apa yang paling sering hilang saat umroh?
Sandal, ponsel, dan dompet. Sandal hilang di rak masjid, sedangkan dompet dan ponsel rawan terselip di keramaian padat.
Bagaimana cara teraman menyimpan uang?
Bagi uang ke beberapa tempat, simpan di kantong tersembunyi atau ikat pinggang ihram, dan bawa hanya secukupnya untuk kebutuhan harian.
Daftar Pustaka
Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
Kementerian Luar Negeri RI, panduan keamanan warga negara di luar negeri.
Panduan praktis jemaah umrah, keamanan barang bawaan.
Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.