Mendidik anak agar tidak cinta dunia berlebihan dilakukan dengan menanamkan rasa syukur, membiasakan berbagi, mengenalkan tujuan hidup yang sebenarnya, dan memberi teladan langsung dari orang tua. Tujuannya bukan menjauhkan anak dari harta, melainkan membentuk hati yang qanaah dan dermawan, sehingga dunia diletakkan di tangan, bukan di hati.
Mengapa anak perlu dijaga dari cinta dunia berlebihan?
Cinta dunia yang berlebihan dapat membuat anak menjadikan harta dan kesenangan sebagai tujuan utama, sehingga melalaikan tujuan hidup yang lebih mulia. Allah mengingatkan bahwa bermegah-megahan dengan dunia dapat melalaikan manusia. Menanamkan keseimbangan sejak dini membantu anak tumbuh dengan hati yang tidak diperbudak dunia, namun tetap mampu memanfaatkannya untuk kebaikan.
Apa saja cara menanamkan sikap qanaah pada anak?
Langkah pertama adalah membiasakan anak bersyukur atas apa yang dimiliki dan tidak selalu menuruti setiap keinginan. Langkah kedua, mengajarkan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, agar anak tidak konsumtif. Langkah ketiga, mengenalkan bahwa kebahagiaan tidak diukur dari banyaknya barang, melainkan dari rasa cukup dan kedekatan dengan Allah.
Membiasakan anak berbagi sejak kecil sangat penting untuk menumbuhkan kepedulian. Mengajak anak bersedekah, membantu teman, dan menyisihkan sebagian miliknya melatih hati yang dermawan. Anak yang terbiasa memberi akan memahami bahwa kebahagiaan juga lahir dari menolong sesama, bukan sekadar menumpuk untuk diri sendiri.
Bagaimana peran teladan orang tua?
Teladan adalah pendidikan yang paling kuat. Anak meniru apa yang dilihat, bukan hanya yang didengar. Orang tua yang sederhana, bersyukur, rajin berbagi, dan tidak menjadikan harta sebagai ukuran kemuliaan akan menanamkan nilai yang sama pada anak. Sebaliknya, sikap berlebihan dan pamer di hadapan anak dapat menumbuhkan kecintaan dunia yang berlebihan.
Mengenalkan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah dan menyiapkan bekal akhirat, melengkapi pendidikan ini. Bercerita tentang kesederhanaan para nabi dan orang saleh dapat menjadi inspirasi. Dengan keteladanan dan pembiasaan, anak tumbuh menjadi pribadi yang mampu menyikapi harta dengan bijak, dermawan, dan tetap berpijak pada nilai akhirat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah salah memberi anak fasilitas yang cukup?
Tidak salah. Memberi anak kebutuhan dan fasilitas yang layak adalah bagian dari tanggung jawab orang tua. Yang perlu dijaga adalah agar pemberian tidak berlebihan hingga membuat anak manja, konsumtif, dan menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya.
Sejak usia berapa anak diajarkan berbagi?
Anak dapat dikenalkan dengan berbagi sejak usia dini melalui contoh sederhana, seperti memberi kepada teman atau bersedekah dengan dampingan orang tua. Semakin dini ditanamkan dan diteladankan, semakin kuat kebiasaan dermawan itu tumbuh dalam dirinya.
Referensi
- Al-Qur'an, Surah At-Takatsur ayat 1 sampai 2 (bermegah-megahan yang melalaikan manusia).
- Al-Qur'an, Surah Al-Munafiqun ayat 9 (peringatan agar harta tidak melalaikan dari mengingat Allah).
- HR Bukhari dan Muslim (tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah).