Sikap dermawan ditanamkan dalam keluarga melalui keteladanan orang tua, pembiasaan berbagi sejak kecil, serta penjelasan tentang keutamaan memberi. Anak yang tumbuh melihat dan mempraktikkan kedermawanan akan terbiasa memandang harta sebagai sarana kebaikan, bukan sekadar milik pribadi yang harus ditumpuk.
Mengapa kedermawanan perlu ditanamkan sejak dini?
Kedermawanan adalah akhlak mulia yang dijanjikan keberkahan, sebab tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Menanamkannya sejak dini membentuk karakter anak yang peduli dan tidak kikir. Allah pun menjanjikan ganti bagi setiap yang dinafkahkan, sehingga memberi tidak pernah benar-benar mengurangi, melainkan menambah dengan cara yang tidak selalu terlihat.
Bagaimana cara mendidik anak menjadi dermawan?
Cara paling kuat adalah keteladanan. Anak meniru apa yang dilihat, sehingga melihat orang tua bersedekah dan membantu sesama menanamkan kebiasaan yang sama. Libatkan anak secara langsung, misalnya mengajak memberi kepada yang membutuhkan atau menyisihkan sebagian uang sakunya untuk berbagi.
Sertai pula dengan penjelasan yang sederhana tentang mengapa kita berbagi, yaitu sebagai bentuk syukur dan kasih sayang kepada sesama. Berikan apresiasi ketika anak mau berbagi agar ia merasakan kebahagiaan dari memberi. Pembiasaan yang konsisten dan disertai pemahaman akan menumbuhkan kedermawanan yang tulus, bukan sekadar paksaan.
Apa manfaat keluarga yang terbiasa dermawan?
Keluarga yang dermawan tumbuh dengan hati yang lapang, hubungan yang hangat, dan keberkahan dalam rezeki. Kebiasaan berbagi mengikat anggota keluarga pada nilai kepedulian dan mengurangi sifat tamak. Lebih dari itu, kedermawanan menjadi warisan kebaikan yang terus mengalir dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Pada akhirnya, kedermawanan yang tumbuh dalam keluarga bukan hanya tentang memberi harta, tetapi tentang mewariskan hati yang peduli. Anak yang terbiasa berbagi akan tumbuh menjadi pribadi yang lapang dan bermanfaat, sebuah warisan kebaikan yang nilainya jauh melampaui harta yang diturunkan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah anak yang masih kecil sudah perlu diajari bersedekah?
Sangat baik dimulai sejak kecil dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Mengajak anak memasukkan uang ke kotak amal atau berbagi makanan dengan teman menanamkan kebiasaan berbagi sejak dini. Yang terpenting adalah membuat pengalaman memberi terasa membahagiakan, bukan membebani.
Bagaimana jika anak enggan berbagi?
Hadapi dengan sabar tanpa memaksa secara kasar. Berikan contoh nyata, jelaskan manfaatnya dengan bahasa yang ia pahami, dan puji setiap kemajuan kecil. Kebiasaan dermawan tumbuh bertahap, sehingga keteladanan yang konsisten lebih efektif daripada tekanan.
Referensi
1. HR Bukhari dan Muslim (tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah).
2. Al-Qur'an, Surah Saba' ayat 39 (Allah mengganti apa yang dinafkahkan).
3. Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 261 (perumpamaan sedekah yang dilipatgandakan).