Selain pakaian ihram yang memiliki ketentuan khusus, jamaah juga membutuhkan pakaian harian yang nyaman selama di Tanah Suci. Pilihan bahan dan model yang tepat sangat memengaruhi kenyamanan beribadah, terutama di tengah cuaca yang ekstrem.
Bahan apa yang paling nyaman dipakai?
Pilih bahan yang ringan, menyerap keringat, dan memungkinkan kulit bernapas, seperti katun. Bahan seperti ini membantu tubuh tetap sejuk saat cuaca panas dan kering. Hindari bahan sintetis yang tidak menyerap keringat dan membuat gerah. Untuk perempuan, gamis berbahan katun atau kaus adem menjadi pilihan yang banyak digemari karena nyaman dipakai seharian.
Warna apa yang sebaiknya dipilih?
Untuk pakaian harian di luar ihram, warna cerah cenderung lebih baik karena memantulkan panas dan tidak cepat menyerap terik matahari, berbeda dari warna gelap yang menyerap panas. Meski demikian, kenyamanan dan kesopanan tetap menjadi pertimbangan utama. Pakaian ihram sendiri tetap berwarna putih sesuai sunnah.
Bagaimana ketentuan menutup aurat?
Pakaian harus tetap menutup aurat sesuai syariat. Bagi laki-laki di luar ihram, kenakan pakaian sopan yang menutup dari pusar hingga lutut sebagai batas minimal, dan sebaiknya lebih dari itu. Bagi perempuan, kenakan pakaian longgar yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, dengan kerudung yang menutup dada. Hindari pakaian ketat atau menerawang.
Bagaimana menyesuaikan dengan musim?
Saat musim panas, utamakan pakaian tipis dan menyerap keringat. Saat musim dingin sekitar November hingga Februari, suhu malam bisa turun cukup dingin, sehingga jamaah perlu membawa jaket atau pakaian hangat tambahan. Mengetahui perkiraan cuaca saat keberangkatan membantu menentukan jenis pakaian yang tepat untuk dibawa.
Berapa banyak pakaian yang perlu dibawa?
Bawa secukupnya, kira-kira untuk tiga hingga empat hari, karena layanan laundry tersedia di banyak penginapan. Membawa terlalu banyak pakaian hanya memberatkan koper. Memilih pakaian yang mudah dipadupadankan juga membantu menghemat ruang tanpa mengurangi kenyamanan.
Jamaah Umroh Ramadhan Series Alburaq menginap di Hotel Owais yang dekat dengan Masjidil Haram, sehingga mudah kembali ke kamar untuk berganti pakaian sesuai kebutuhan. Hal ini membuat jamaah tidak perlu membawa pakaian berlebih dan tetap nyaman sepanjang ibadah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah perlu membawa jaket untuk umroh?
Tergantung musim. Saat musim dingin, jaket sangat dianjurkan karena suhu malam bisa dingin. Saat musim panas, cukup pakaian tipis.
Apakah warna pakaian harian harus putih?
Tidak. Hanya pakaian ihram yang dianjurkan putih. Pakaian harian boleh berwarna apa pun yang sopan dan nyaman.
Daftar Pustaka
- Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
- Kementerian Kesehatan RI, Panduan Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah.
- Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah, pembahasan menutup aurat.
- Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.