Cara Memilih Alas Kaki yang Nyaman untuk Tawaf dan Berjalan

Alas kaki adalah perlengkapan yang sering diremehkan, padahal sangat memengaruhi kenyamanan ibadah. Selama umroh, jamaah banyak berjalan dan sering melepas-pakai alas kaki saat masuk masjid. Memilih yang tepat membuat kaki Bapak/Ibu tetap nyaman tanpa lecet.

Apa kriteria alas kaki yang nyaman?

Alas kaki yang baik untuk umroh adalah yang ringan, memiliki bantalan empuk, dan bersol tidak licin. Karena jamaah berjalan jauh di permukaan marmer dan jalanan, kenyamanan menjadi prioritas. Pilih ukuran yang pas, tidak terlalu sempit, agar tidak menimbulkan lecet. Sandal yang mudah dilepas dan dipakai juga penting karena sering dibuka saat memasuki masjid.

Apa ketentuan alas kaki saat ihram?

Bagi laki-laki, ada ketentuan khusus saat berihram. Alas kaki tidak boleh menutup mata kaki dan tumit, sehingga sepatu tertutup dilarang. Pilihan yang sesuai adalah sandal jepit atau sandal gunung model terbuka. Bagi perempuan, tidak ada larangan khusus, sehingga boleh memakai sandal atau sepatu yang nyaman, asalkan tetap sopan dan praktis untuk berjalan.

Bahan seperti apa yang sebaiknya dipilih?

Pilih bahan yang tidak menyerap panas berlebihan dan tidak mudah membuat kaki berkeringat licin. Sandal berbahan karet atau busa empuk banyak dipilih karena ringan dan tidak panas. Hindari bahan yang kaku atau keras yang dapat menyebabkan lecet. Untuk cuaca panas, sol yang tidak menyerap panas dari marmer membantu kaki tetap nyaman.

Bagaimana agar sandal tidak hilang di masjid?

Sandal hilang di Masjidil Haram adalah masalah yang sangat sering terjadi karena banyaknya jamaah. Solusinya adalah membawa kantong sandal kecil yang dapat dimasukkan ke dalam tas saat memasuki masjid. Dengan begitu, sandal tetap dibawa dan tidak tertinggal di rak yang penuh atau tertukar dengan milik jamaah lain.

Apa tips tambahan soal alas kaki?

Bawa satu pasang cadangan, dan gunakan sandal beberapa kali sebelum berangkat agar tidak kaku dan tidak lecet. Hindari membeli sandal baru tepat sebelum keberangkatan, karena sandal yang sudah nyaman jauh lebih aman untuk perjalanan panjang.

Karena jamaah Umroh Ramadhan Series Alburaq menginap di Hotel Owais yang berjarak sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, jarak berjalan ke masjid sangat pendek, sehingga kaki tidak cepat lelah.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Bolehkah memakai sepatu saat umroh?

Bagi laki-laki saat ihram tidak boleh sepatu tertutup yang menutup mata kaki. Di luar ihram dan bagi perempuan, sepatu nyaman tetap boleh.

Bagaimana mencegah sandal hilang di masjid?

Bawa kantong sandal yang dimasukkan ke dalam tas saat memasuki masjid, sehingga tidak tertinggal di rak atau tertukar.

Daftar Pustaka

Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah, pembahasan larangan ihram.

Kementerian Kesehatan RI, Panduan Kesehatan Jemaah Haji dan Umrah.

Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.

Bagaimana Alburaq Memastikan Setiap Janji kepada Jamaah Ditepati