Cara Membayar Dam dan Kapan Jamaah Diwajibkan Membayarnya

Istilah dam kerap membuat jamaah cemas. Padahal, dam adalah bentuk kasih sayang syariat: ketika ada kewajiban yang terlewat, masih tersedia jalan untuk menyempurnakannya. Memahami jenis dan cara membayarnya membuat ibadah terasa lebih tenang.

Apa itu dam?

Dam secara bahasa berarti darah, dan secara istilah adalah denda atau kifarah yang diwajibkan atas seseorang karena melanggar larangan ihram atau meninggalkan kewajiban dalam haji maupun umroh. Dam menjadi penanda bahwa ada kewajiban yang perlu ditebus, bukan hukuman yang menggugurkan ibadah.

Kapan jamaah diwajibkan membayar dam?

Secara umum, dam wajib dalam beberapa keadaan: meninggalkan kewajiban umroh seperti tidak berihram dari miqat, melanggar larangan ihram seperti memakai wewangian atau mencukur rambut, serta terhalang menyelesaikan ibadah karena uzur tertentu yang dikenal dengan istilah ihshar. Tidak semua jamaah mengalami semua jenis ini, hanya yang benar-benar melakukan pelanggaran terkait.

Bagaimana cara membayar dam?

Cara membayarnya bergantung pada jenis pelanggaran. Untuk pelanggaran larangan ihram seperti mencukur rambut atau memakai wewangian, jamaah boleh memilih salah satu dari tiga opsi berikut:

  • Menyembelih seekor kambing yang memenuhi syarat, lalu membagikan dagingnya kepada fakir miskin di tanah haram.
  • Memberi makan enam orang miskin, masing-masing sekitar setengah sha atau kurang lebih 1,5 kilogram makanan pokok.
  • Berpuasa selama tiga hari.

Sementara itu, dam karena meninggalkan kewajiban seperti tidak berihram dari miqat umumnya berupa menyembelih seekor kambing. Penyembelihan dan pembagian dagingnya dilakukan di tanah haram Makkah, kecuali dam ihshar yang boleh disembelih di tempat seseorang terhalang.

Bagaimana praktiknya bagi jamaah Indonesia?

Di lapangan, jamaah biasanya tidak menyembelih sendiri. Pembayaran dam dipermudah melalui lembaga atau petugas resmi di Makkah yang menyalurkan hewan sesuai ketentuan. Jamaah cukup menyerahkan biaya, lalu penyembelihan dan pembagian daging diurus oleh pihak yang amanah.

Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing ibadah membantu jamaah memastikan apakah suatu pelanggaran benar-benar mewajibkan dam, lalu mengarahkan penyalurannya melalui jalur yang terpercaya, sehingga jamaah tidak bingung dan ibadah tetap sempurna.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah dam harus dibayar di Makkah?

Untuk dam pelanggaran ihram, penyembelihan dilakukan di tanah haram. Hanya dam ihshar yang boleh disembelih di tempat terhalang.

Bolehkah dam diganti uang?

Yang dibayar adalah pengadaan hewan atau makanannya. Uang hanya sarana, lalu lembaga resmi yang menyembelih dan membagikannya.

Daftar Pustaka

  • Al-Quran al-Karim, QS Al-Baqarah: 196.
  • Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
  • Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.
Doa-doa Penting di Setiap Tahapan Ibadah Umroh