Istilah tanah haram sering disebut dalam pembahasan umroh, tetapi tidak semua jamaah memahami maksud dan batasnya. Padahal, mengetahui hal ini penting, terutama saat hendak mengambil miqat untuk umroh ulang. Mari pahami secara ringkas.
Apa itu tanah haram?
Tanah haram adalah kawasan suci di sekitar Makkah yang memiliki kemuliaan khusus. Kata haram di sini berarti yang dihormati atau dilindungi, bukan berarti terlarang dalam pengertian dosa. Status ini telah ditetapkan sejak masa Nabi Ibrahim dan ditegaskan kembali oleh Nabi Muhammad. Di dalamnya, Kabah dan Masjidil Haram menjadi pusatnya.
Di mana batas-batas tanah haram?
Batas tanah haram ditandai dengan tugu atau tanda di berbagai arah keluar dari Makkah. Beberapa yang dikenal jamaah antara lain Tanim di arah utara yang berjarak relatif dekat, serta Hudaibiyah di arah Jeddah. Selain itu ada batas di arah lain seperti Jiranah dan Adhat Liban. Tanda-tanda ini membantu menentukan kapan seseorang masih berada di dalam tanah haram dan kapan sudah keluar ke tanah halal.
Apa larangan khusus di tanah haram?
Di dalam tanah haram berlaku larangan tertentu yang mengikat semua orang, baik sedang berihram maupun tidak. Larangan itu antara lain berburu atau mengganggu binatang liar, serta menebang atau mencabut pohon dan tumbuhan yang tumbuh alami di sana. Larangan ini menunjukkan betapa kawasan ini dijaga kesuciannya, dan pelanggarannya dapat dikenai sanksi menurut para ulama.
Mengapa memahami batas ini penting bagi jamaah umroh?
Pemahaman ini paling terasa manfaatnya ketika jamaah hendak mengulang umroh. Untuk berniat ihram umroh baru, jamaah harus keluar dari tanah haram menuju tanah halal terdekat seperti Tanim. Tanpa memahami batas ini, seseorang bisa keliru berniat dari dalam tanah haram, yang menjadikan ihram umrohnya kurang tepat menurut sebagian ulama.
Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing ibadah menjelaskan batas tanah haram secara praktis dan mengarahkan jamaah ke titik miqat yang benar saat hendak umroh ulang, sehingga ibadah tetap tertib dan sesuai tuntunan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah seluruh kota Makkah termasuk tanah haram?
Sebagian besar wilayah Makkah berada dalam tanah haram, namun batas pastinya ditandai tugu di berbagai arah keluar kota.
Apakah larangan berburu berlaku untuk yang tidak berihram?
Ya. Larangan berburu dan menebang pohon di tanah haram berlaku bagi semua orang, terlepas dari status ihramnya.
Daftar Pustaka
- Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, riwayat tentang kemuliaan tanah haram Makkah.
- Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
- Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
- Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.