Apa Itu Raml dan Idhtiba dalam Tawaf yang Jarang Diketahui

Di antara amalan tawaf, ada dua sunnah yang sering luput dari perhatian jamaah, yaitu raml dan idhtiba. Keduanya khusus bagi laki-laki dan memiliki sejarah yang menarik. Mengenalinya membuat tawaf Bapak/Ibu lebih sempurna dan sesuai sunnah.

Apa itu raml dalam tawaf?

Raml adalah berjalan cepat dengan langkah pendek dan sedikit menampakkan kegagahan, dilakukan laki-laki pada tiga putaran pertama tawaf. Pada empat putaran berikutnya, jamaah berjalan biasa. Raml berasal dari peristiwa ketika kaum musyrik meragukan kekuatan kaum Muslimin, lalu Nabi memerintahkan para sahabat berjalan cepat saat tawaf untuk menunjukkan kekuatan. Sunnah ini kemudian tetap dipertahankan.

Apa itu idhtiba dalam tawaf?

Idhtiba adalah cara mengenakan kain ihram dengan membuka bahu kanan, yaitu meletakkan pertengahan kain rida di bawah ketiak kanan dan menyampirkan kedua ujungnya ke pundak kiri, sehingga bahu kanan terbuka. Sunnah ini juga khusus bagi laki-laki dan hanya dilakukan selama tawaf. Setelah tawaf selesai, kain dikembalikan menutupi kedua bahu seperti semula.

Kapan raml dan idhtiba dilakukan?

Inilah yang sering keliru. Raml dan idhtiba hanya dilakukan saat tawaf, bukan saat sai maupun di luar tawaf. Sebagian jamaah membuka bahu sejak berihram dan membiarkannya terbuka sepanjang ibadah, padahal idhtiba hanya disunnahkan ketika tawaf. Demikian pula raml, hanya pada tiga putaran pertama tawaf, bukan di seluruh putaran.

Apakah perempuan melakukan raml dan idhtiba?

Tidak. Raml dan idhtiba adalah sunnah khusus bagi laki-laki. Jamaah perempuan berjalan dengan tenang sepanjang tawaf dan tidak membuka bahu. Bila kondisi tawaf sangat padat sehingga laki-laki tidak dapat berjalan cepat, ia cukup berjalan biasa tanpa memaksakan raml, karena keselamatan lebih diutamakan.

Agar sunnah ini tidak terlewat, pembimbing Umroh Ramadhan Series Alburaq mengingatkan jamaah laki-laki untuk ber-idhtiba dan raml pada waktu yang tepat. Dengan menginap di Hotel Owais yang dekat Masjidil Haram, jamaah lebih leluasa memilih waktu tawaf yang lengang untuk menjalankan sunnah ini dengan nyaman.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tawaf batal bila tidak raml atau idhtiba?

Tidak. Keduanya sunnah khusus laki-laki, sehingga meninggalkannya tidak membatalkan tawaf, hanya mengurangi keutamaan.

Apakah idhtiba dilakukan saat sai juga?

Tidak. Idhtiba dan raml hanya dilakukan saat tawaf. Saat sai, kain dikenakan menutup kedua bahu seperti biasa.

Daftar Pustaka

  • Imam al-Bukhari dan Imam Muslim, riwayat tentang raml saat tawaf.
  • Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
  • Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.
Apa Saja Larangan selama Ihram dan Konsekuensinya