Apa Itu Multazam dan Adab Berdoa di Tempat Tersebut

Di antara tempat-tempat istimewa di sekitar Kabah, Multazam memiliki kedudukan khusus sebagai tempat doa yang diijabah. Banyak jamaah ingin berdoa di sana, namun tidak semua memahami lokasinya dan adabnya. Mari pahami agar ibadah lebih khusyuk dan aman.

Apa itu Multazam dan di mana lokasinya?

Multazam adalah bagian dinding Kabah yang terletak antara Hajar Aswad dan pintu Kabah, dengan panjang sekitar dua meter. Kata multazam berasal dari kata yang berarti tempat berpegang atau menempel, karena di sinilah jamaah dianjurkan menempelkan tubuh sambil berdoa. Lokasinya mudah dikenali karena berada tepat di sisi tempat dimulainya tawaf.

Apa keutamaan berdoa di Multazam?

Multazam dikenal sebagai salah satu tempat mustajab untuk memanjatkan doa. Terdapat riwayat dari para sahabat yang menunjukkan kebiasaan berdoa di tempat ini. Para ulama menganjurkan jamaah memperbanyak permohonan di sana, baik untuk urusan dunia maupun akhirat, dengan penuh kerendahan hati dan harap kepada Allah.

Bagaimana adab berdoa di Multazam?

Dianjurkan menempelkan dada, wajah, kedua lengan, dan telapak tangan ke dinding Kabah sambil berdoa. Namun, karena area ini hampir selalu padat, jamaah tidak perlu memaksakan diri menempel bila berisiko berdesakan dan menyakiti orang lain. Berdoa dari arah Multazam, meski tidak menempel langsung, tetap memperoleh keutamaan. Tidak ada doa khusus yang diwajibkan, sehingga jamaah boleh berdoa dengan bahasa apa pun.

Kapan waktu terbaik mendekati Multazam?

Waktu terbaik mendekati Multazam adalah saat masjid lebih lengang, seperti larut malam atau menjelang subuh di luar musim puncak. Pada waktu padat, jamaah sebaiknya cukup berdoa dari kejauhan demi keselamatan. Mengutamakan keselamatan dan tidak menzalimi sesama jamaah jauh lebih penting daripada memaksakan diri menyentuh dinding.

Pada Umroh Ramadhan Series Alburaq, pembimbing ibadah menunjukkan letak Multazam dan menasihati jamaah agar mendekat hanya bila aman. Dengan menginap di Hotel Owais yang dekat Masjidil Haram, jamaah dapat memilih waktu lengang untuk mendekati Multazam dengan lebih tenang.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah wajib menyentuh dinding Multazam saat berdoa?

Tidak wajib. Menempel ke dinding hanya dianjurkan. Berdoa dari arah Multazam tanpa menyentuh tetap memperoleh keutamaan.

Apakah ada bacaan doa khusus di Multazam?

Tidak ada doa yang diwajibkan. Jamaah boleh memanjatkan doa apa pun sesuai hajat, termasuk dengan bahasa Indonesia.

Daftar Pustaka

  • Imam asy-Syafii, al-Umm, pembahasan tentang Multazam.
  • Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah.
  • Kementerian Agama RI, Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah.
  • Islam.nu.or.id (NU Online), rubrik Haji dan Umrah.
Cara Memahami Batas-batas Tanah Haram bagi Jamaah