Cara Memilih Alas Kaki Umroh agar Kaki Tidak Lecet

Kenapa pemilihan alas kaki menentukan kenyamanan

Studi pada jamaah umroh menyebut alas kaki yang tidak sesuai dan kebiasaan berjalan tanpa alas kaki sebagai salah satu pemicu utama masalah kaki. Saat berjalan berkilo-kilometer di lantai marmer yang panas dan padat, gesekan kecil bisa berubah menjadi lecet atau lepuh dalam hitungan jam. Penelitian pada musim haji bahkan mencatat lepuh dialami sekitar sepertiga jamaah. Lantai yang panas pada siang hari menambah ketidaknyamanan, sehingga pemilihan alas kaki yang tepat menjadi semakin penting.

Lecet terjadi ketika kulit bergesekan dengan permukaan sepatu dalam waktu lama, dan risikonya meningkat bila ukuran sepatu tidak pas atau kaki berkeringat. Karena itu pemilihan alas kaki bukan soal gaya, melainkan soal menjaga ibadah tetap nyaman. Sedikit persiapan pada alas kaki bisa menyelamatkan seluruh perjalanan Anda dari gangguan yang sebenarnya sepele namun sangat mengganggu.

Kriteria alas kaki umroh yang nyaman

Saat memilih alas kaki untuk umroh, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Ukuran pas. Tumit tidak tergelincir dan jari kaki punya ruang sehingga tidak bergesekan di bagian depan.
  • Sudah dipakai sebelumnya. Hindari sepatu baru yang masih kaku, dan pakai beberapa kali sebelum berangkat agar lentur.
  • Kaus kaki menyerap keringat. Ganti begitu terasa lembap untuk mengurangi gesekan.
  • Siapkan sandal yang nyaman untuk area sekitar masjid, dan pertimbangkan membawa lebih dari satu pasang agar kaki tidak memakai alas yang sama sepanjang hari.
  • Bawa plester atau pelembap untuk berjaga-jaga jika muncul titik gesekan.

Sebagus apa pun alas kaki, kaki tetap akan lelah jika harus menempuh jarak jauh setiap hari. Karena itu, jarak hotel ke masjid sama pentingnya dengan pemilihan sepatu. Alburaq menempatkan jamaah di Hotel Owais yang sekitar 150 meter dari Masjidil Haram, sehingga durasi kaki terpapar lantai panas jauh lebih singkat. Sebagai penyelenggara umroh tangan pertama, tim pembimbing juga siap memberi arahan perlengkapan saat manasik, dan Anda bisa bertanya lebih jauh lewat HaloAI.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perlu membawa sepatu baru untuk umroh?

Sebaiknya tidak. Sepatu baru cenderung kaku dan memicu lecet. Lebih aman membawa alas kaki yang sudah pernah dipakai dan terasa nyaman.

Bahan kaus kaki apa yang paling baik?

Pilih bahan yang menyerap keringat dan ganti begitu terasa lembap, karena kaki yang basah lebih mudah lecet.

Apakah boleh memakai sandal jepit selama umroh?

Boleh, terutama di area sekitar masjid yang mengharuskan melepas alas kaki. Pilih sandal yang empuk dan tidak licin, serta hindari yang talinya keras agar tidak menggesek sela jari.

Referensi

  • IJERPH / MDPI (2025). Foot Diseases and Injuries Among Umrah Pilgrims. https://www.mdpi.com/1660-4601/22/9/1402
  • PMC / Cureus (2024). Musculoskeletal Injuries Among Pilgrims During the 2023 Hajj. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC11033698/
  • Alodokter. Cara mengatasi dan mencegah kaki lecet karena sepatu. https://www.alodokter.com/ini-lho-cara-mengatasi-dan-mencegah-kaki-lecet-karena-sepatu
Berapa Lama Antrian Haji di Indonesia? Data Terbaru 2026, Penyebab, dan Pilihan Ibadah Selama Menunggu
Per tahun 2026, rata-rata masa tunggu haji reguler di Indonesia berada di kisaran 26 tahun, tepatnya sekitar 26,4 tahun, setelah pemerintah meratakan antrean di seluruh provinsi.